Posted by: Neneng Syahdati Rosmy | June 12, 2009

Etika Menulis Status di Facebook

Akhirnya aku ikutan masuk dalam lingkaran Facebook bulan Desember tahun lalu, setelah banyak dapat undangan, cie cie. Aku menikmati bertemu secara virtual dengan  kawan lama, pacar lama (he he), murid-muridku waktu aku mengajar di SMA dulu, dan tentu saja anggota keluarga ku sendiri serta teman2 yang sekarang dekat dengan ku secara fisik maupun waktu, yang paling anyar begitu istilahnya.

Aku senang dan menikmati hubungan virtual ini, dengan berbagai alasan. Diantara alasan tersebut adalah aku senang bisa lagi bernostalgia dengan cerita lama, mengetahui bahwa kami masih saling ingat walaupun jarak dan waktu sudah terpisahkan beberapa lama, mengetahui kabar kawan2 , ikut  menikmati kebahagiaan hidup yang sedang mereka rasakan, yah macem2 lah pokoknya.

Nah selama diriku berfacebook ria, tentu saja aku membaca dan memperhatikan status teman2 di facebook.  Mereka  tentu boleh bersuka hati menulis apapun tentang diri mereka, tentang apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka lakukan, dan apa yang meraka rasakan.  Itu konsekwensi nya ikutan facebook, baca..terima..apa yang orang tulis, baiknya sih mengosongkan perasaan-perasaan negatif, santai aja…he he, yah namanya juga jaringan sosial, jaringan sosial gitu loh, kita tidak bisa membuat semua orang suka dan cocok sama kita, gak bisa bikin semua orang seneng, pun sebaliknya. Maka bermaklum ria lah..he he.

Stt..cuma menurutku sih ada deh etika menulis status (yee—katanya suka2). Ya, namanya hidup dalam lingkaran, mesti punya pengertian dan rasa kompromi yang tinggi dong, he he.  Nah menurut otakku yang kecil (wekeke) ini nih etikanya, Sebaiknya…

  1. jangan menulis status yang cuma dikhususkan untuk satu atau beberapa orang saja, mbok ya pake jalur pribadi..
  2. jangan menulis status yang rutinitas di lakukan oleh semua orang, seperti, tidur ahhh atau kebelet pipis , kasihan kan yang baca, jadi kebuang2 deh waktunya
  3. jangan terkesan menggurui kalo emang niatnya mau berbagi pengalaman rohani  misalnya, gunakan bahasa yang “enak”
  4. jangan mengumbar rasa cinta pada pasangan “terlalu” sering, he he.  Sesekali boleh lah…sekali dalam setahun misal, contohnya pas ulang tahun perkawinan
  5. jangan memasang semua kuis yang kamu ikuti di facebok, kalo keseringan orang jadi males ah..
  6. jangan mengundang atau memberi  info pada orang2 tertentu saja di Facebook. Ingat-ingat..teman kita macam2 loh..pekerjaan maupun statusnya
  7. jangan banyak kasih informasi, ini udah jaman information flood, yang ikutan Facebook kebanyakan  taulah info mana yang mau dia baca buat perkambangan dirinya
  8. bersikap adil lah, he he. Jangan hanya mengharap di kasih komen tapi gak pernah ngasih komen..he he
  9. gunakan blog pribadi aja untuk memposting hal yang puanjang-puanjang, agak2 sensi dan “berat “ buat sebagian orang
  10. remove aja deh, teman-teman di facebook kamu..kalo emang ngerasa mereka “take your times’ dan gak bikin seneng, hi hi hi PEACE ah!

Udah ya, emang susah berkomunikasi..lisan gak gampang, pake tulisan juga rada susah.  Buatku sih..gak maksa orang supaya setuju apa engga..yang penting, ikhlas aja, soale ini yang paling susah..ikhlas berbagi, ikhlas mendengar, ikhlas bertemen. Beuh!! Susah…


Responses

  1. salam kenal mba, ga sengaja saya terdampar di sini.
    wah boleh jg neh tips status pesbuknya

  2. Salam kenal juga Rei, Makasih ya udah mampir.
    Tips kecil-kecilan lah…tentu aja banyak yang tidak cocok, GPP. Kalo ada yang cocok, Alhamdulillah..


Leave a response

Your response:

Categories