Rasa khawatir (Apa itu, dan bagaimana cara mengatasinya)

“Kenapa tiba-tiba aku merasa takut dan khawatir ya?”, begitu pertanyaan ku pada suami suatu pagi waktu kami sedang sarapan. Padahal sebelumnya kami bicara soal ini dan itu, fine..smooth dan penuh suka cita. “Ah biasa ajah..gak usah mikir macem-macem yang gak jelas”, begitu jawab suamiku kemudian. Aku mengiyakan, terdiam dan selanjutnya malah hanyut dalam percakapan pagi hari. Tapi seperti biasa lah, aku sang pemikir kelas cetek, mulai lagi mencari jawaban tentang apa sebetulnya rasa khawatir itu. Apakah merasa khawatir itu sesuatu yang jelek?, dan bagaimanakah cara kita mengontol diri supaya tidak menjadi seseorang yang selalu khawatir?

Well, menurut ku, rasa khawatir adalah perasaan yang wajar. Ia adalah perasaan terganggu akibat bayangan/pikiran buruk yang kita buat sendiri, yang belum terjadi pada diri kita atau orang-orang terdekat kita. Sementara menurut kamus “The concise of Oxford English Dictionary”, rasa khawatir adalah perasaan tidak nyaman akan kesulitan hidup yang sedang dialami atau yang dibayangkan akan terjadi nanti. Borkovec dan rekan-rekan mendefinisikannya sebagai pikiran-pikiran jelek yang pengaruhnya negatif terhadap kesehatan diri, dan cukup sulit untuk di kendalikan. Mereka juga menambahkan bahwa rasa khawatir adalah perwujudan dari keinginan diri untuk mencari jalan keluar dari masalah yang tidak jelas dan lagi sulit di cari jalan keluarnya.

Dari semua definisi itu, aku berpikir bahwa rasa khawatir ini memang bersumber dari kesadaran diri akan kehidupan yang sedang di jalani, baik dalam keadaan senang maupun susah. Dan semua manusia yang hidup, dengan tingkat kesadaran yang berbeda-beda, setiapnya pasti memiliki rasa khawatir. Borkovec dan rekan-rekan mengatakan bahwa setiap sel dalam tubuh dan jiwa manusia berkontribusi pada terciptanya rasa takut dan khawatir. Otak manusia memang secara struktur sudah dilengkapi dengan rasa khawatir. Lebih dari itu, Allah SWT pun berkata di salah satu Nya bahwa manusia memang diciptakan dalam keadaan berkeluh kesah: Innal insaana khuliqo halu’a (QS 70, 19-22). Jelas dalam firman ini, Allah mengakui kelemahan manusia yang suka berkeluh kesah karena rasa khawatir.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah rasa khawatir itu adalah sikap yang jelek, dan apakah tidak ada kebaikan didalmnya? Well, dari dulu aku memang bukan pemuja kata “extreme”. Apapun yang terlalu, entah itu sikap diri, gaya hidup, dan pemahaman akan sesuatu yang sifatnya tidak substantif, tidaklah mencerminkan kedewasaan seseorang dalam berfikir. Ekstrimisme menafikkan hukam Alam/hukum Tuhan akan ketergantungan kehidupan seseorang terhadap manusia lainnya dan “universe”. Oleh karena itulah rasa khawatir yang berlebihan bisa menyiksakan dan menenggelamkan seseorang dalam ketakutan hidup yang berkelanjutan. Pengaruh rasa khawatir yang berlebihan tidak hanya berakibat buruk bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang-orang atau keluarga terdekat. Ia bisa menjadi sebuah “penyakit” yang menular.

Sementara efek positif dari rasa khawatir yang cukup, justru adalah tanda akan kesadaran (mindfulness) seseorang akan hidup yang sedang dijalaninya. Rasa khawatir juga bisa membuat seseorang siap dan menyiapkan diri menjalani kehidupan masa depan. Contohnya adalah bila seorang wanita atau ibu khawatir akan ditinggal “pergi” suaminya suatu saat, yang kebetulan notabene adalah pencari nafkah utama di keluarga, ia bisa sejak awal sudah mulai untuk mencari informasi atau memupuk keahlian yang bisa bermanfaat nanti bila suatu saat wanita tersebut harus menafkahi diri dan keluarganya seorang diri. Contoh lainnya adalah bila seseorang khawatir akan penyakit yang akan di derita di masa tua nanti, ia akan dengan disiplin berusaha menjaga kesehatan badan dan jiwanya sedari muda. Di dalam kekhawatiran, berkah dan hikmah dapat ditemukan disana . Rasa khawatir akan keadaan keluarga dan/atau orang-orang terdekat, adalah juga cerminan rasa cinta yang bisa mengantarkan seseorang pada rangkaian doa yang tulus.

Nah, pertanyaan yang terakhir, apakah yang harus dilakukan bila seseorang sudah terlanjur merasa khawatir terus-menerus?. Jawabannya tentu harus dikendalikan dengan cara-cara terntentu. Apalagi menurut pengetahuan saya, bila memang Allah sudah menyebutkan kelemahan/ciri manusia dalam Alqur’an, kita sebagai manusia diberi otoritas oleh Nya untuk bisa mengendalikannya. Dalam agama Islam yang saya anut, sabar dan sholat adalah salah satu obat untuk menghilangkan rasa khawatir. Semantara di dalam buku karya Edward M. Hallowell, M.D. berjudul “Worry”, ia menawarkan beberapa tip mengatasi rasa kawatir yang berlebihan. Berikut hasil terjemahan dan rangkuman saya akan tip-tipnya:

1. Kenali rasa khawatir yang kita miliki. Bila ia berlebihan dan tanpa alasan, apalagi hanya bayang-bayangan saja, maka kita harus membuangnya jauh-jauh.

2. Jaga kesehatan fisik dengan baik karena di dalam tubuh yang sehat, ada jiwa yang sehat. Tubuh yang sehat bisa mengurangi rasa khawatir yang berlebihan.

3. Selalu kaitkan diri kita pada sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri di alam ini. Kita tidak sendirian, kita punya ikatan dengan keluarga, dengan masa lalu, dengan kawan baru atau lama, dengan ilmu dan informasi, dengan institusi seperti organisasi professional atau masyarakat, dan pastinya dan tentunya yang paling penting adalah kita selalu ada ikatan dengan Allah SWT.

4. Pilihlah kawan-kawan yang bisa memberi energi positif pada diri kita. Orang yang bisa mendukung dan jujur memberi respon akan masalah atau prestasi hidup yang kita raih.

5. Carilah jawaban konkrit atas setiap masalah yang sedang kita hadapi. Jangan mengambangkan masalah begitu saja, yang bisa jadi malah akan membiarkan rasa khawatir yang sudah ada menjadi berlarut-larut.

6. Kerjakan sesuatu yang kita anggap baik. Karena kalau kita melakukan sesuatu yang kita anggap tidak baik, kita akan merasa tidak puas akan hari-hari, dan membuat kita merasa tidak nyaman atau tidak berguna.

7. Beribadahlah dalam bentuk yang Engkau yakini. Bisa dengan solat wajib dan/atau dengan tambahan sholat sunnah, dengan berdoa sehari-hari, atau dengan bermeditasi.

8. Makanlah makanan yang halal dan baik gizinya. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tapi juga bila kita hati-hati dalam memilih makanan, kita akan ikut terbawa hati-hati dalam memilih kegiatan yang akan kita lakukan.

9. Tidurlah dengan baik dan cukup waktunya. Orang yang kurang tidur baik secara kualitas maupun kuantitas, sulit memiliki konsentrasi dalam melakukan pekerjaan, dan kejernihan berpikir.

10. Cobalah untuk menjadi manusia yang teratur dalam hidup, dalam hal-hal besar maupun dalam hal-hal kecil.

11. Cobalah untuk melakukan hal yang kamu senangi atau yang menjadi hobi kamu.

12. Cobalah untuk tidak membesar-besarkan suatu masalah. Fokuslah pada penyelesaian permasalahan yang sedang dialami, jangan melantur kemana-mana.

13. Bijaklah memilih berita, film, atau acara di Televisi atau media lainnya. Dan jangan terlalu banyak bergaul denga media yang hanya menonjolkan berita “jelek” atau penuh sensasi belaka.

14. Jauhilah minuman beralkohol yang sifatnya hanya sementara melepaskan keresahan hati.

15. Cobalah berbagi keresahan dengan sahabat atau keluarga terdekat. Jangan pernah memendan sendiri rasa khawatir.

16. Cari, syukuri dan nikmati hal-hal indah dalam hidupmu. Kehadiran suami, istri, anak, sepatu yang bagus, rumah yang bersih dan lain sebagainya.

17. Dengarlah musik yang kamu suka, dan menyanyilah.

18. Belajarlah untuk ikhlas dan menyerahkan segala sesutau di luar kontrol kita hanya pada Tuhan, Allah SWT semata.

19. Cobalah bertamasya bersama keluarga atau orang-orang terdekat. Nikmatilah alam dan keindahanya.

20. Cobalah berbicara pada orang lain dengan baik dan tenang.

21. Hargailah dirimu sendiri karena setiap orang pasti memiliki sesuatu yang dapat di banggakan.

22. Bacalah buku-buku yang baikdan kamu sukai; bisa yang mudah, menyenangkan atau menambah wawasan.

23. Bersenda guraulah dengan sahabat, keluarga, dan handai taulan. Menonton lawak/humor juga baik.

24. Menangislah. Karena menangis bisa menjadi obat rasa khawatir.

25. Ingatlah bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang abadi, bahkan rasa khawatir sekalipun.

Tip-tip yang lumayan banyak ini mungkin tidak berlaku, pas atau cocok bagi semua orang. Bahkan bisa jadi, bukan lah tip yang baru. Tapi paling tidak, ulasan yang sudah disampaikan Hallowell bisa menjadi inspirasi atau pengingat bagi sebagian orang. Walloohu’Alam Bisshowab. Salam!

Sumber:
• Borkovec et al., 1983 T.D. Borkovec, E. Robinson, T. Pruzinsky and J.A. DePree, Preliminary exploration of worry: Some characteristics and processes, Behaviour Research and Therapy 21 (1983), pp. 9–16.
• Hallowell, E.M. (2002). Worry. New York. The Ballantine Publishing Group

(Riverside, 9 April 2010).

35 thoughts on “Rasa khawatir (Apa itu, dan bagaimana cara mengatasinya)

  1. Sekedar sharing …. bbrp th yl. sy divonis hypertensi esensial n batu ginjal, sejak itu lalu mencari bahan2 ttg segla penykit dan faktor resikonya. Namun, smkin tahu mlh semkin mncul rasa kwtir yg berlbihan. Akibtnya tubuh mnjdi rentan thd penykit. Akhir2 ini sdh mningkat mnjdi rasa kwtir akn mati mnddak, tubuh menjdi serasa cpt lelah, berdiri tarasa oyong ( gontai, seakan mau jatuh ). Sejauh ini sdah nyoba berbagai mcm cara tp blm berhasil. Mohon sarannya mbak ….

    • Mas Wahyu, Salam kenal! Thank you for sharing ya…
      Aduh saya malu dech menjawabnya, tapi saya coba ya..abaikan saja kalao tidak cocok. Rasa khawatir yang berlebihan akan sesuatu, menurut saya tidak baik dan bisa mendatangkan penyakit, atau menambah rasa sakit. Karena kalau hati tidak tenang, menjaga kesehatan pun jadi tidak terkontrol. Mas Wahyu bisa meneruskan ketenangan dan kedisiplinan dalam melakukan terapi penyembuhan misalnya, sambil terus berdoa memohon kesembuhan dan kekuatan pada Allah SWT, dan tetap menikmati anugrah-anugrah lainnya yang sudah ada dalam kehidupan mas Wahyu. Salam hangat!

  2. Trims sarannya n salam hangat juga…..Alhamdulillah akhir2 ini saya semakin merasakan kemajuan dalam mengendalikan rasa kawatir tsb. Rupa2nya sebagian besar karena merosotnya rasa PD saya, yg. merasa kurang berhasil dalam menjalani hidup ini. Padahal kalau saya pikir2 kegagalan yang selama ini cenderung saya besar2kan juga membawa keberhasilan disisi lain. Sisi lain itulah yang sekarang ingin saya explore lagi.

    Mengikuti tulisan2 anda ( nickname-nya apa sih ? ) asyik juga. Ringan tapi penuh makna, kadang sentimentil tapi pada bagian lain sangat realistis. Dan sbagaimana layaknya pustakawan, sangat sistematis sehingga mudah diakses. Ngomong2 tidak FB an ya ? Tak cari2 kok gak ketemu…..

  3. Alhamdulillah, senang mendengarnya. Terima kasih sudah sharing ya pak Wahyu.

    Terima kasih juga atas kata2 baiknya terhadap tulisan saya yang amatiran. Oh iya saya ada kok di FB, cuma memang..tidak bisa di cari lagi. ^_^. Salam

  4. aslm ..
    sya ingin share juga dunk ,, jujur 1,5 bulan ini sy mngalami rasa khawatir + ketakutan yg brlbihan .. karna pngalaman keponakan sy yang meninggal dan sy ada bersama dia walau saat mninggal sy sdang di penginapan..tp sejak itu terus mmbayangi khidupan sy sehingga mnmbulkan rasa takut dan khawatir sjak kejadian itu sperti trauma..dsmping itu krn sdh 4 thaun prnkahan sy blm di karuniai kturunan jd hdup trasa sepii,,sy sdh brusaha keras mnghalau rasa khawatir dan ketakutan itu..tp hasil nya blum maksimal,,dan apa yg mba tulis di atas tanda2 dan akibat ke khawatiran yang berlebihan sdh sy rasakan,,jantung berdebar2,keringat dingin,pusing,sesak nafas dll..smpai2 EKG k rmah sakit alhamdulillah hasil nya normal,,sy sangat mngharapkan saran dan masukan apa yg harus sy lakukan dalam mnghadapi perasaan yg berlebihan ini .. trmkasihh wass..

    • Ma’af telat membalas. Semoga mbak dlam keadaan baik dan lebih baik sekarang. Kadang seseorang hanya perlu waktu untuk mengobati kesedihan dan kekhawatiran. Saya hanya bisa share ke mbak kalao di atas langit masih ada langit. Bila kita bersedih, selalu ada yang lebih bersedih, we are not alone. Hanya mbak yang tahu obat apa yang bisa mengobati rasa khawatir di hati mbak. Mbak bisa tuliskan dlam journal atau buku harian mbak, atau kertas biasa, apa yg membuat mbak khawatir, coba mbak tuliskan kemudian solusi apa yang bisa mbak jajaki dan jalani. Insyaallah ada jalan mbak. semoga saya, dan juga mbak selalu percaya akan kehadiran rahmat/kasih sayang Tuhan yang tidak pernah putus. Slam

  5. aslm,,,,,,,,saya vonny 30 thn, dulu saya punya teman yang baik n=bangeeet,,,,tp skrg km sudah bermusuhan akibat dr dia yg tll memilih teman skrg aq jd sangat benci bangeeeet am dia ,,,,,akhir2 ini saya sering kwatir,,,,dan pikir yg tdk,,,,,,gmn caranya menghilangkan perasaan kwatir ini…..terima kasih,,,,,

    • Makasih sudah mampir, Vonny.
      Ehm, menurut saya..tau alasan kenapa khawatir, adalah modal menghilangkan rasa khawatir, dan komunikasi yang baik adalah awal menyelesaikan hubungan yang sedang tidak nyaman bersama kawan atau saudara. Salam

  6. Salam mbak, kalau boleh saya kasih saran, ada baiknya mbak ungkapkan apa-apa yang mengganjal di hati mbak kepada seseorang yang dekat dan mbak percaya. Siapa tahu bisa mengobati gundah di hati mbak. Mengenali/mengetahui apa yang menjadi permasalahan adalah langkah awal menuku pemecahan masalah. Good Luck ya…!! salam

  7. Saya masih SMA, setiap kali saya berangkat sekolah, saya sering khawatir jika ada barang yang tertinggal, begitu pula jika saya belum mengerjakan tugas, tetapi besok atau nanti adalah deadlinenya. Kebetulan saya bukan termasuk remaja yang pandai bergaul, saya hanya memiliki 3 teman yang saya anggap dekat, itu pun yang 1 bukan teman sekelas, sedangkan 1 kelas ada 30 siswa, dan saya masih menganggap belum mengenali mereka. Apakah ini semua ada hubungannya dengan OCD? Atau hanya kekhawatiran biasa saja? Terima kasih

    • Saya tidak tahu banyak tentang OCD. Tapi kalau boleh kasih saran, Della bisa membuat daftar hal-hal yang harus dilakukan setiap hari, dan bila sudah selesai dikerjakan bisa diberi tanda, jadi lebih yakin dan tenang. Berteman memang perlu waktu, jangan cari yang sempurna, karena kalau begitu kita tidak akan mendapatkan teman. Sukses selalu ya. salam

  8. ass begini mba saya sering khwatir yg tidak jelas belum tentu terjadi takut jomblo selamanya,takut teman marah sama saya, khawatir pacar saya selingkuh sm org lain takut mati,dan berpikiran yg belum tentu terjadi susah mba untuk mengabaikan imajinasi ini mohon solusi mba neneng.

  9. makasih mbak, ini ngebantu aku banget.. :)
    aku sering banget ngerasa khawatir yang berlebihan sama orang2 terdekat..
    bahkan sering sampe nangis sendiri pas aku pergi ke tempet yg agak jauh dari mereka..

  10. assalamu’alaikum
    salam hangat mbak neneng
    saya mau curhat sedikit tentang masalah saya…
    saya sering kepikiran tentang hal hal yg telah terjadi
    misalnya tentang pekerjaan yg saya rasa ada yg kurang tepat, itu kok serasa sulit untuk dilupakan dan saya kan suka bercanda nah pas bercanda itu muncul kata” yg ternyata dianggap serius oleh orang lain
    nah itu cara menghilangkan rasa itu gmn mbak soalnya kadang sampai sulit dibawa tidur
    mohon pencerahan dari mbak neneng
    wassalamu’alaikum wr.wb.

  11. Salam Meilida, itu perasaan yang wajar ya. Kaka juga dulu begitu. Kalau memang sudah berusaha sebaik mungkin, tidak usah berpikir macam-macam. Apapun hasilnya nanti, kalaupun tidak seperti yang diharapkan pasti ada jalan keluar atau pilihan lain. Semoga sukses!

  12. Assalamualaikum, mba tolong jawab pertanyaan saya, saya indri, saya mahasiswi saya punya pacar dan Insya Allah akan menikah, tapi akhir akhir ini saya sering sekali dihantui rasa takut kalau pacar saya itu akan meninggal, saya takut sekali mba, rasa takut itu datang karna saya tau kondisi pacar saya sering kurang sehat dan akhir akhir ini dia selalu minta maaf pada saya katanya banyak dosa, sama keluarganya juga katanya banyak dosa ga bisa membanggakan dan dia selalu bilang kepada saya kalo dia takut, tapi saya tidak tau diamitu takut apa, karna kalo aku tanya dia selalu bilang banyak dosadan minta maaf supaya lega aja dan dia akhir2 ini kalo update di sosmed itu selalu aneh, ada yg kata katanya tuh begini “yang penting hari ini tersenyum karna belum tentu ada umur” saya kan semakin takut dan takut, apa itu pertanda dia akan meniggalkan kita semua ? Bukannya saya takabur tetapi saya takut mba olong jawab pertanyaan saya dan kasih saran pencerahannya terimakasih :( :’(

    • Waalaikum salam Indri,

      Umur itu hanya Allah yang tahu, kita harus ingat terus bahwa hidup ini masanya akan berakhir, sehingga kita bisa berhati-hati dalam kehidupan ini. Tetapi dengan mengingat bukan berarti kita merasakan ketakutan yang tidak beralasan hinggga mengganggu aktifitas amal soleh yang sepatutnya kita kerjakan sehari-hari. (nasehat utk diri sendiri juga). Salam hangat!

  13. Asalamu’alaikum wr.wb… Mau share juga dunk sya mngalami rasa khawatir dan sampai” berbuat apa”.mnjadi kacau semua… Karna semua yang saya perbuat di mata orang lain itu slalu salah bahkan saya tidak brbuat pun juga di salah kan misal sya jadi kenek sopir lha mobil trsebut terjadi posisi yg gx mnyenangkan… Seharus nya kan sopir harus pandai”an ngtasi posisi sperti itu… Dan akhirnya nyrempet sesuatu smpai kabin pintu desok itu ja yg di slahkan saya… Mohon pencerahan dr mbak. Trimakasih wassalamu’alaikum wr.wb

  14. Assalamualaikum mba salam kenal, boleh saya cerita sedikit.. Sekitar sebulan yang lalu kaka saya di panggil sama Allah SWT. Kakak saya orng yang selalu mensupport saya disegala keraguan, kekhawatiran, dan ketakutan saya. Begitupun dalam menggapai cita cita saya. Sehari sebelum meninggal pun kaka saya menjanjikan sesuatu kepada saya asal saya bisa mewujudkan cita cita saya sendiri, krn memang waktu itu saya ragu akan diri sendiri.dan kata dia kamu berhutang cita cita yah ama saya..

    Sekarang dia sudah tidak ada lagi, saya merasa sendiri mbak. Saya sedang berjuang mencapai cita cita saya, tp saya khawatir saya tidak bisa mendapatkan nya padahal saya merasa cita cita itu adalah hutang telak saya ke kakak saya. Tp sekarang saya lg down, khawatir kalau saya gagal, biasanya saya ada kakak tmpt saya cerita dan bisa langsng membuat saya semangat kembali tidak ragu lagi. Tp kini dia sdh tidak ada. Saya coba cerita ke orng orng dekat yang lainnya, tp tetep beda, saya tidak bisa mendapatkan semangat seperti semangat dari kakak saya dulu. Saya tidak bisa merasa lebih tenang walau telah cerita kemereka. Saya merasa sendiri mba di keramaian. Saya tahu kalau kita masih punya Allah SWT, saya juga sudah mencoba untuk sholat bercerita kepada Allah SWT, tp rasa takut masih terus membayangi saya mba.. Terima kasih sebelumnya

    • Saya yakin Irwan bisa berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan cita-cita Irwan. Orang lain, dalam hal ini kaka Irwan, bisa menyemangati, tetapi semua berpulang pada diri kita sendiri. Tetap semangat berusaha ya. Tuhan bersama orang-orang yang berjuang. Teriring doa untuk almarhum kaka Irwan. Salam

  15. Assalamualaikum mbak. Saya anak baru di sekolah. Saya belum memiliki teman. Saya sering merasa tidak nyaman kalau di sekolah. Apa mungkin karna saya tidak kenal siapa siapa? Bayangan bayangan negatif satu persatu mulai muncul. Saya tidak memiliki teman sebangku. Saya takut di kucilkan. Sehingga saat jam jam mendekati jam sekolah saya sering merasa deg deg an dan fikiran negatif itu bermunculan lagi. Saya sudah curhat ke beberapa teman saya. Dan mereka sudah memberi solusi. Tapi rasa tidak nyaman saat di kelas ini susah di hilangkan. Terlebih sebentar lagi saya akan menjalani ujian nasional. Bagaimana saya harus bersikap?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s