<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Neneng Syahdati Rosmy</title>
	<atom:link href="http://nenengrosmy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nenengrosmy.wordpress.com</link>
	<description>From my small brain and my intricate heart in this big..big..world</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Apr 2011 04:10:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nenengrosmy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Neneng Syahdati Rosmy</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nenengrosmy.wordpress.com/osd.xml" title="Neneng Syahdati Rosmy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nenengrosmy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bijak memilih kata-kata</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/23/bijak-memilih-kata-kata/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/23/bijak-memilih-kata-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 01:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[STORIES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[“Apa semua yang kita rasa dan pikirkan perlu kita ungkapkan bang?”, tanya Rani yang tiba-tiba muncul  dari pintu garasi. Arif yang sedang asyik mencuci motornya menoleh sebentar. Raut muka Rani kelihatan serius, alisnya berkenyit, kepalanya miring kekanan sedikit, seakan-akan meminta Arif menjawab dengan cepat, singkat, padat.  Arif malah tersenyum kecil, dan tidak langsung menjawab. ”Bang!!?”, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=706&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Apa semua yang kita rasa dan pikirkan perlu kita ungkapkan bang?”, tanya Rani yang tiba-tiba muncul  dari pintu garasi. Arif yang sedang asyik mencuci motornya menoleh sebentar. Raut muka Rani kelihatan serius, alisnya berkenyit, kepalanya miring kekanan sedikit, seakan-akan meminta Arif menjawab dengan cepat, singkat, padat.  Arif malah tersenyum kecil, dan tidak langsung menjawab. ”Bang!!?”, kali ini suara Rani agak keras, setengah kesal dan merajuk.</p>
<p>“Iya Ran… jawabannya tergantung”, kata Arif sambil terus menyemprotkan air dari selang ke ban belakang motor. Motor Arif kotor sekali pagi itu karena kemaren  sore dalam perjalanan pulang ke rumah, motornya tidak sengaja  masuk ke kubangan becek yang ada di belokan gang Haji Syukri. “Yah ginilah akibatnya kalo bengong sedikit di jalan dan kekencengan bawa motor Ran, padahal tiap hari lewat situ, biasanya abang selalu bisa ngindarin kubangan itu, tapi kemaren malah kejeblos”, jawab Arif ketika Rani bertanya kenapa motor nya kotor dan sepatunya basah kuyup.“Tergantung gimana maksudnya?” kali ini kedua tangan Rani di lipat di depan dadanya, alisnya tambah berkenyit.<span id="more-706"></span></p>
<p>“Ya tergantung dengan siapa kita bicara, dimana kita bicara, dan apa maksud pembicaraan kita. Emangnya kenapa kamu nanya begitu ?”, Arif akhirnya menoleh lama ke Rani, kemudian mematikan air keran, dan menunggu respon Rani selanjutnya.   “Ehm, bukannya kita harus bicara jujur bang, jangan ada yang di pendem-pendem dalam hati, supaya sehat gitu jiwa dan raga kita?”, Rani menanggapi dengan pertanyaan kedua, bukan menjawab pertanyaan Arif.</p>
<p>“Iya tergantung itu contohnya begini, kalao kita sedang musyawarah untuk kebaikan suatu urusan dalam keluarga, tempat kerja, atau masyarakat misalnya, ya kita mesti terbuka, tenang, dan tahu cara menyampaikannya juga dengan cara yang baik”.  “Tapi Kalau tujuannya untuk diri sendiri saja, misalnya ya….untuk kepuasan diri sendiri, ya kurang baik”. Arif menjawab pelan-pelan, kemudian berjalan mengambil lap kain warna kuning, yang dibelinya khusus untuk mengelap motor.</p>
<p>Sambil mengelap-ngelap, Arif melanjutkan pembicaraannya sementara Rani masih berdiri di pintu garasi.  Kali ini Rani mulai menyandarkan badannya ke daun pintu. “Berbicara itu kan kebutuhan manusia , kebutuhan untuk menyampaikan dan untuk didengarkan oleh orang lain. Tapi sebaiknya berbicara juga harus seimbang”. Rani mengangguk-angguk sebentar, “Seimbang gimana bang?” tanyanya kemudian.</p>
<p>“Iya, kita mesti mau juga mendengarkan. Mesti hati-hati memilih kata-kata karena orang yang kita ajak bicara kan belum tentu sependapat atau mengerti dengan apa yang kita bicarakan”. Kalimat Arif berakhir dengan satu tiupan kencang ke arah kaca spion bagian kiri. Motor Arif sudah kelihatan mengkilap sekarang.</p>
<p>Rani masih menyender di pintu, kali ini dia tersenyum senang. Senang bukan hanya melihat motor Arif yang sudah bersih, tapi juga senang karena puas mendengar jawaban Arif. Rani kemudian mengambil  sabun dan busa pencuci motor yang dipakai Arif barusan. Detakkannya barang-barang itu di dalam ember di pojokan garasi. Arif memanaskan motornya sebentar, mematikan mesinnya,  dan kemudian menyimpan motornya di garasi.</p>
<p>Keduanya lalu masuk bersama-sama ke dalam rumah lewat pintu dapur. Arif menaruh tangan kanannya di pundak Rani, Rani membalas mengandengkan tangan kirinya ke pinggang Arif. “Iya bang ya, memang kita mesti hati-hati bicara ya bang, jangan sampai lidah dan kata-kata menusuk perasaan orang lain, apalagi sampai membuat jarak dan memutus silaturrahmi&#8221;, kata Rani dengan suara pelan dan tenang. “Ya kamu udah tau lah itu, cuma kita memang kadang-kadang lupa ya, mungkin seringan lupanya dari pada ingetnya. Santai aja Ran…yah sesekali khilaf gak apa apa, asal jangan lama-lama”. “He he he, okeh bang”.  Rani tertawa kecil, alisnya tidak lagi berkenyit sekarang, cuma kepalanya masing mengangguk-angguk tanda setuju.</p>
<p>Riverside, 22 Februari 2011</p>
<p>~We have a right to say what we feel and think, but we sometimes forget to listen or to initially put ourselves in somebody else’s shoes before we talk. Finding a balance in between those two is not always easy. But we can always try~</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/706/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=706&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/23/bijak-memilih-kata-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena Cinta</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/17/karena-cinta/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/17/karena-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 21:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[STORIES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Enggak tahu kenapa pagi itu hati Nala mumet banget. Liat bantal kursi yang letaknya rada mencong sedikit, dia sebel. Liat gelas kotor yang tergeletak di meja kerja mas Dodi, dia gak suka. Sampe vas bunga yang udah lama sekali menghiasi  meja tamupun, sekarang kelihatan norak. “Warna bunga plastik dan bentuk vasnya bener-bener gak nyambung”, begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=703&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Enggak tahu kenapa pagi itu hati Nala mumet banget. Liat bantal kursi yang letaknya rada mencong sedikit, dia sebel. Liat gelas kotor yang tergeletak di meja kerja mas Dodi, dia gak suka. Sampe vas bunga yang udah lama sekali menghiasi  meja tamupun, sekarang kelihatan norak. “Warna bunga plastik dan bentuk vasnya bener-bener gak nyambung”, begitu kata Nala dalam hati.</p>
<p>Mulut Nala manyun, senyum sumringah dari bibirnya hilang, seperti tenggelam ditelan ombak.  Pagi itu, enggak ada sapa renyah dan hangat di pagi hari buat Dodi. Gak ada acara buka jendela depan dan samping pelan-pelan sambil menghirup udara pagi yang jernih. Gak ada sholat subuh yang tenang. Semuanya berasa gak enak, sepet, plus asem. Nala masih ingat semalam kalao Dodi masih ada di kamar kerjanya ketika Nala memutuskan untuk tidur.</p>
<p><span id="more-703"></span></p>
<p>Dodi nanggepin sikap Nala datar-datar aja. Padahal Nala kepengen sekali ditanya Dodi, kepengen ditegor, di apain kek, jangan di diemin seperti yang Dodi lakukan sekarang. Tapi mood Dodi juga enggak lagi terang. Susana hatinya juga kusam. Becandaan khas pagi-pagi Dodi yang suka bikin Nala ketawa seperti tersapu angin, hilang. Padahal Nala enggak pernah lupa, gaya lawakan mas Dodi yang original lah, yang bikin Nala jatuh hati. Dan lama-lama, 4 tahun yang lalu, Nala masih ingat, semua tentang Dodi jadi menarik, senyumnya, cara berpakainnya, suaranya, semuanya bikin Nala kepengen banget dipacarin, kemudian dinikahin.</p>
<p>Yeap!,  setelah beberapa lama Nala dan Dodi saling diam, akhirnya….Brak-brik-bruk, kerompang!, suara berisik piring beradu piring di westafel membuat Dodi sedikit kaget. Tanpa senyum dan dengan langkah yang gontai, ia akhirnya menghampiri Nala dan bilang&#8230; “ Kamu kenapa sih Nal, kalo ada apa-apa,  ngomong dong! jangan brak-brik-bruk di dapur sendirian kaya gitu!” Suara Dodi terdengar ketus di telinga Nala. Nala tidak menjawab, menoleh saja tidak, ia malah terus mencuci piring bekas makan tadi malam, dengan busa dan air yang banyak, dan gerakan yang cepat dan tidak hati-hati. Pagi itu, di sebuah komplek perumahan sederhana, di rumah kecil dan asri, suara piring beradu piring, suara gelas beradu gelas, suara penggorengan beradu piring, terdengar nyaring tak beraturan.</p>
<p>Ehm…sebetulnya Nala senang ditegor  Dodi duluan. Memang dengan membuat suara berisik di dapur itulah, Nala menunjukkan keinginannya untuk disapa Dodi. Tapi teguran pertama Dodi malah Nala abaikan. Sekarang Nala geregetan kepengen di tegur lagi. Kalo bisa kali yang kedua jangan sambil ketus, begitu pikir Nala. Tapi ternyata Dodi cuma nanya sekali, dia malah langsung masuk ke kamar kerjanya sampe waktu sarapan pagi lewat hampir 15 menit.</p>
<p>Nala, masih dengan susana hati yang kusam, tetap membuat sarapan seperti biasa. Kali ini dia buat sarapan sendirian. Padahal biasanya hampir setiap pagi Dodi ikut menyiapkan sarapan. Menuang jus atau membuat kopi adalah bagian Dodi. Nala paling suka kopi buatan mas Dodi, rasanya pas banget, tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit.</p>
<p>Ehm…entah apa yang membuat hati Nala sedikit meluluh, segera setelah sarapan siap, Nala menghampiri Dodi ke kamar kerjanya. “Mas, udah waktunya sarapan”, singkat dan cepat Nala langsung ngelongos balik lagi ke dapur. Duduk sendirian, tidak menunggu Dodi, Nala mulai meneguk kopinya pelan-pelan, sambil berharap Dodi cepat datang ke dapur.</p>
<p>Tidak lama Dodi datang. Ia langsung duduk dan mengunyah roti pelan-pelan. Matanya tidak menatap  Nala, pandangan nya lurus ke bawah, menatap piring. Nala hanya melirik Dodi sebentar, dan kemudian bilang, “Mas, aku tuh sebenernya gak marah sama kamu, aku cuma kesel, aku gak tahu kesel sama siapa, mungkin sama keadaan aja mas”, Nala akhirnya bicara. Wajahnya masih menatap piring, kemudian air matanya menetes satu-satu.</p>
<p>Lihat Nala seperti itu, hati Dodi luluh, sambil berdiri, dan Nala masih duduk, dipeluknya Nala erat-erat, kemudian di kecup kepala dan keningnya. “Nal, aku gak mau kamu sedih, kenapa kalo kita bicara soal keluarga besar kita, beberapa kali diantara kita suka ada aja yang tersinggung. Kamu suka emosi, aku juga suka gitu, dan kita suka ngelantur ngomong kemana-mana. Kamu tau kan… aku sayang banget sama keluarga kamu, aku juga tahu kamu tuh sayang banget sama keluargaku, gak mungkin aku dapetin istri yang hatinya sebaik dan semulia kamu”. Dodi terus saja bicara sambil memeluk Nala, kali ini pelukan Dodi makin erat. Mata Dodi juga agak berkaca-kaca.  Dodi paling engga bisa lihat Nala sedih, cintanya pada Nala gak terkalahkan oleh apapun. Buat Dodi, siang akan terasa gelap, dan dingin malam akan menggigit sakit kalo pagi hari diawali dengan tangisan Nala.</p>
<p>“Kita bisa omongin lagi semua baik-baik ya Nal, pelan-pelan, dengan hati jernih, tanpa saling buruk sangka. Kita kan selalu bisa kaya gitu, hanya beberapa  kali saja kok kita jadi cekcok kaya semalem.  Toh udah hampir 3 tahun ini kita nikah, kita selalu bisa ngadepin semuanya sama-sama” Dodi mencium lagi kepala dan kening Nala untuk kedua kalinya.</p>
<p>“Ya udah, sekarang kita terusin sarapan ya, nanti abis pulang kantor, kita makan di luar aja, kita ketemuan dimana gitu, di tempat favorit kamu dech, di café yang ada air mancur dan kolam asri kesukaan kamu, gimana?”. Nala mengangguk, melepas pelukan Dodi, kemudian melanjutkan sarapan. Dodi sekarang duduk, kemudian menambahkan kopi ke gelas Nala. Suasana hening sebentar, kemudian…</p>
<p>“Mas, aku maunya makan di Café Srikandi aja ya, aku suka sama soto ayamnya, harganya juga gak begitu mahal, lagian di sana tuch pelayannya sopan-sopan, ada satu loh mas yang inget namaku kalo aku datang”. Kata Nala kemudian. Kali ini mata Nala menatap Dodi. “Ah mata Nala yang indah dan jernih memang selalu indah dipandang”, begitu pikir Dodi sambil tersenyum dan menganggukkan kepala. “Yeap, biar aku yang pesen tempatnya nanti ya, kamu tenang aja, tunggu aku aja di kantor, biar nanti aku jemput,  okeh?” Dodi kemudian menimpali, kali ini suara Dodi lebih riang. Senang hatinya karena air mata Nala sudah hilang.</p>
<p>Pagi itu seperti biasanya, Nala dan Dodi berangkat sama-sama ke kantor. Macet dijalan tidak lagi terasa menyebalkan. Dodi mulai melawak lagi, Nala seperti biasa menimpali, bahkan lebih lucu dan konyol . Dodi hampir selalu terpingkal2 dengan lawakan2 Nala. Pekerjaan kantor yang menumpuk terbayang di kepala Nala, tapi Nala tidak khawatir. Ia tahu semua bisa ia selesaikan dengan baik. Dodi juga sama, dikepalanya juga sudah terbayang deadline yang harus diselesaikan, tapi Dodi tetap santai. Ia yakin, itu semua cuma perlu waktu, dan akan selesai cemerlang nanti sore.  Ini masih jam setengah delapan pagi, tapi Dodi dan Nala sudah membayangkan makan malam di café Srikandi. Menikmati makan malam berdua saja, ditemani suara gemericik nya air mancur dari kolam kecil dan obrolan santai penuh cinta, Ahhh….indah!</p>
<p>(Riverside, 17 Februari 2010)</p>
<p>~ When you marry someone you marry the family too. It’s OKAY. It is our family anyway, who we turn too, when we are having hard times~</p>
<p>~Keep the love between you and your spouse strong, nothing will beat that weapon to have a happy marriage, it’s the key, the master key~</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/703/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/703/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/703/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=703&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/17/karena-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mumun dan Wajah Emak</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/09/mumun-dan-wajah-emak/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/09/mumun-dan-wajah-emak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 00:39:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[STORIES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[“Kapan pulang dari Bogor Mun?”  wajah mpok Rodiyah sumringah nanya Mumun.  Tangannya sibuk ngebungkus cabe merah campur tomat ijo dua biji pake kertas putih yang ada catetan laporan keuangan kecamatan kampung Cikaso taon 92.  “Kemaren sore mpok ”, Mumun ngejawab sambil milihin kacang panjang.  Matanya awas milihin kacang  yang kagak ada bolongannya barang dikit, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=698&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Kapan pulang dari Bogor Mun?”  wajah mpok Rodiyah sumringah nanya Mumun.  Tangannya sibuk ngebungkus cabe merah campur tomat ijo dua biji pake kertas putih yang ada catetan laporan keuangan kecamatan kampung Cikaso taon 92.  “Kemaren sore mpok ”, Mumun ngejawab sambil milihin kacang panjang.  Matanya awas milihin kacang  yang kagak ada bolongannya barang dikit, yang mulus kalao kata orang Cikaso mah.</p>
<p>“Bogor emang lagi musim apaan Mun?, emak lu pegimana keadaannye? , tanya mpok Rodiyah lagi sambil nyari-nyari karet gelang di laci meja sayuran yang warnanya udah keitem-iteman itu. “Aye kagak merhatiin bener musim mpok, tapi emak udah agak baekan sekarang, masih suka ngeluh nyeri di perutnye sih”, kali ini Mumun ngejawab sambil  merhatiin tangan mpok Rodiyah yang sibuk banget nyari karet gelang buat ngebungkus cabe.</p>
<p>“Iye, mpok ikut doain ye Mun, moga-moga emak lu kagak sakit-sakitan lagi, emangnya nape emak lu kagak lu bawa kesini aja, biar gampang elo rawat disini kali Mun..…Aduh, kemane lagi nie karet, perasaan tadi kantongnya udah mpok taro deket sini”, kata mpok Rodiyah lagi sambil ngangkat-angkat tumpukan kertas buat bungkus, yang letaknya persis disebelah tumpukan oncom dan ikan cue.</p>
<p><span id="more-698"></span></p>
<p>“Nah ini die karetnya, ternyata ketutupan kantong pelastik Mun, ma’ap ye jadi lame nie belanjenye,  perlu ape lagi Mun, sayur asemnya jadi?”. Suara mpok Rodiyah masih aja sumringah. “Iya dech mpok, bungkusin  dua ribuan aja, tolong banyakin melinjonya ye,  bang Jala paling demen ame melinjo”.  Obrolan antara mpok Rodiyah dan Mumun terus berlanjut dan berhenti pas ada pembeli laen yang datang. Dari mulai pengobatan alternatif, keadaan pasar Ciparsa yang makin becek, ongkos angkot yang makin mahal, sampe naeknya harga-harga sayuran bikin Mumun lupa kalo matahari udah mulai naek.</p>
<p>“Oh abis dari mpok Rodiyah ye, kirain kemane… tadi abang nyariin” begitu kata bang Jala pas ngeliat Mumun ngebuka pintu depan sambil nenteng kantong plastik item. Bagian bawah kantong emang rada bolong sampe sebagian kacang panjangnya nongol, makanya bang Jala tahu kalo Mumun abis dari warung mpok Rodiyah. Mumun yang tadinya mau ngucapin salam, ampe kagak jadi. Terharu dan  seneng banget Mumun liat bang Jala pagi-pagi udah rapih, duduk di kursi tamu masih sarungan  nyeruput kopi panas bikinan nya sendiri. Emang tadi pagi Mumun pergi ke mpok Rodiyah masih agak gelap, bang Jala masih di masjid Annur pas Mumun pergi. Pantes aje kalo die nyari-nyari Mumun.</p>
<p>“Abang hari ini ngojek kan?, motor udah bisa di pake kan sekarang?”, Mumun penasaran nanya bang Jala. Maklum lah, udah dua hari bang Jala mati-matian ngebenerin motornya sendirian. Sampe bela-belain dia datang ke rumah pak RT, kagak pake malu bang Jala minjem perkakas ke si Doni, anak pak RT yang hobinya naek motor gede itu.</p>
<p>“Iya, udah bae sekarang motor abang Mun, mesinnya InsyaAllah udah kagak bakal ngadat lagi dah, cuma knalpotnya aja yang masih rada panas?”. “Ha? Emangnya knalpot ada yang kagak panas bang?”, Mumun balik nanya sambil nyengir sedikit. Senang banget hatinya bang Jala pagi-pagi udah ngelawak, ngehibur hati Mumun yang lagi sedih mikirin emaknya di Bogor yang kagak mau ikut diajak tinggal bareng Mumun di sini, di rumahnya di Cikaso, pinggiran Jakarta. “Ya, ada Mun, motor yang knalpotnya kagak panas, tapi bahannya dari pelastik, kagak bisa di pake ngojek lagi, harganya juga murah, paling goceng, emang Mumun mau abang beliin?” Bang Jala malah nambah-nambahin keterangan, sambil ngegoda-goda gitu, bikin hati Mumun tambah seneng aja.</p>
<p>“Lah, Mumun sendiri, pegi nyuci ke rumah bu Aji engga pagi ini, kok jam segini masih sempet beli sayuran?”. “Pegi bang, malah katanya Mumun disuruh jangan pulang ampe sore, disuruh bantuin masak  buat akekahan cucunya bu Aji”. Mumun ngejawab pertanyaan bang Jala, sambil mulai ngebuka belanjaan. “Makanya Mumun berangkat siangan bang”. Kata Mumun lagi. “Oh ya udah, pegimane baeknya elu aja Mun, cuma kalo elu masih cape kagak usah dipaksain kerja seharian di rumah bu aji hari ini, InsyaAllah entar sore abang dapet tarikan lagi. Pan abang juga rencana mau ikutan ngecet  hari Sabtu Minggu ini di kantor kecamatan, jadi bakal ada uang lebih buat nambah-nambahin biaya rumah sakit emak lu”.</p>
<p>Mumun kali ini diem. Dia mulai masak, nyuci …dan motongin sayuran terus nyari2 ulekan buat nyambel.  Pagi itu bang jala nyebut nama emak lagi, hati Mumun makin miris aja. Dua minggu kemaren emak sempet di rawat di rumah sakit Djuanda di Bogor.  Kata dokter emak kena sakit liver akut. Untuk biaya perawatan, Mumun beruntung dapet pinjeman duit dari bu aji tempat Mumun nyuci dan nyetrika. Bu RT juga bae banget mau ngasih jatah arisan buat Mumun duluan. Mumun belum mikir gimana ngegantinya nanti, Mumun udah lega, engga punya utang ke rumah sakit.</p>
<p>Ah emang kalo Mumun kaga keingetan bang Jala mulu, kaga inget kerjaan Mumun di rumah bu aji, dan langganan nyuci Mumun laennya, Mumun udah kepengen lari aja nemenin emaknya lama-lama di Bogor.  Apalagi, emaknya Mumun juga ogah diajak tinggal bareng di Cikaso. Kata emak, di Bogor lebih enak, lebih adem, dan lebih deket ama sodara. Waktu emak bilang gitu, Mumun kagak bisa ngomong apa-apa. Mumun kagak mau maksa-maksa emak. Lagian Mumun juga nyadar, rumah kontrakan Mumun emang rada panas, kagak ada jendela di kamar, dan kagak juga ada sodara emak barang satu orang pun di daerah Cikaso ini. Hidup Mumun ama bang Jala emang pas-pasan, tapi Mumun demen banget tinggal sama bang Jala, cinta..banget Mumun ama bang Jala.</p>
<p>Mumun lagi kagak mikir macem-macem sekarang, yang ada di benaknya cuma gimana caranya bisa nyicil bayar utang ke bu aji, dan berharap bang Jala bisa dapat uang harian yang gedean buat beli kebutuhan sehari-hari dan nabung dikit-dikit.  Sambil ngelamun,  Mumun mengambil kaleng bekas blueband isi minyak goreng yang udah di pake tiga kali itu. Terus Mumun nyeburin minyaknya ke pengoorengan. Sreng, sreng…Mumun masukin potogan tempe ke minyak yang udah panas.</p>
<p>“Mun, abang berangkat ye, entar abang pulang siangan, sambil makan masakan Mumun. Abis gitu abang balik lagi ke pangkalan ya. Kalo ada apa-apa, Mumun samperin aja abang di tempat mangkal, kagak usah mikirin sarapan abang, abang udah makan gorengan tadi pagi”. “Mun……”</p>
<p>Kali ini Mumun  engga ngejawab, suara bang Jala kalah sama suara gemericik minyak goreng di penggorengan. Bau goreng tempe menuhin rumah Mumum sekarang. Pagi itu, pikiran Mumun engga konsentrasi sama masakan. Mumun cuma inget emaknya di Bogor. “Ah emak, andai kate Mumun punya uang banyak mak, Mumun akan beliin emak obat yang paling mahal, supaya emak cepet sembuh, kalo perlu Mumun bawa emak berobat ke dokter yang paling hebat di Jakarta”. Dan pagi itu berlalu, siang berganti malam, tapi seharian ampe malam menjelang, Mumun  selalu inget emak.</p>
<p>( 8 Februari 2010 – Ketika mengingat ibundaku, mandiri, pekerja keras, murah hati, &#8211; Semoga Allah selalu memelihara kesehatannya, Amien)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/698/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/698/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/698/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=698&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/09/mumun-dan-wajah-emak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keniscayaan Manis Pahitnya Kehidupan</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/keniscayaan-manis-pahitnya-kehidupan/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/keniscayaan-manis-pahitnya-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 20:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts and Feelings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[Sudah satu minggu ini saya minum obat, resep dari dokter  yang katanya bagus untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh saya. Obat itu berbentuk tablet, berwarna hijau, dengan bentuk segi tiga, ber diameter kecil. Satu kali teguk air saja, obat itu sudah hilang, meluncur lewat tenggorokan. Sarinya mengalir ke tubuh saya dengan cepat, membuat lidah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=694&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah satu minggu ini saya minum obat, resep dari dokter  yang katanya bagus untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh saya. Obat itu berbentuk tablet, berwarna hijau, dengan bentuk segi tiga, ber diameter kecil. Satu kali teguk air saja, obat itu sudah hilang, meluncur lewat tenggorokan. Sarinya mengalir ke tubuh saya dengan cepat, membuat lidah saya berhenti bekerja untuk sementara.</p>
<p>Tapi tetap saja, walaupun obat itu meluncur cepat, hakikat rasanya adalah pahit. Kepahitannya beralasan, ia berbuah manis. Menurut dokter, zat besi yang terwujud dalam obat pahit itu membantu mebentuk sel darah merah dalam tubuh saya, yang sejatinya akan membuat saya lebih berenergi dan sehat. Sel darah merah itu tidak hanya mencegah jatuhnya beberapa helai rambut dari kepala saya, ia juga menguatkan tulang belulang di tubuh saya.</p>
<p>Karena rasa obat dan manfaatnya itu, saya jadi menganalogikannya dengan rasa di dalam kehidupan ini, yaitu rasa manis dan pahit. Kedua rasa itu akan saling melengkapi.  Kehadiran rasa yang satu tidak bisa sempurna terbentuk atau terasakan, bila rasa yang satunya belum terwujud atau terlewati. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah memang untuk merasakan manisnya kehidupan,  seseorang harus merasakan kepahitan terlebih dahulu? Bukankah ada juga sebagian orang yang hidup tanpa melewati kepahitan tapi langsung merasakan manisnya saja?<span id="more-694"></span></p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan itu, saya memulainya dengan satu kalimat bahwa, “kepahitan adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan”. Tanpa diundang pun, keberadaan orang-orang di sekitar kita atau  lingkungan tempat dimana kita tinggal dan bekerja misalnya, bisa mengundang rasa pahit. Rasa pahit itu memang ada yang bisa kita cegah, tapi ada pula yang kita tidak mampu  menolaknya. Apalagi dengan keterbatasan yang dimilki manusia pada dalamnya misteri kehidupan ini, rasa pahit kadang datang tanpa bisa dibendung.</p>
<p>Menurut saya, rasa manis akan sesuatu hal yang terjadi pada diri kita akan lebih terasa indahnya bila kita sudah merasakan pahitnya terlebih dahulu. Seorang pelajar yang susah payah mendapatkan beasiswa untuk sekolah misalnya, akan lebih merasa puas dan bahagia ketimbang seorang pelajar yang bisa bersekolah dengan biaya yang sudah tersedia dari orang tuanya. Seorang  lelaki yang sudah bersusah payah untuk mendapatkan cinta seorang wanita, akan lebih merasakan manisnya “hubungan cinta” ketimbang lelaki yang mendapatkan cinta seorang wanita sambil “main-main”.  Dan tentu saja masih ada lagi contoh lain.</p>
<p>Disisi lain, saya tidak memungkiri bahwa rasa manis juga bisa di rasakan tanpa melewati kepahitan terlebih dahulu. Tapi buat saya, rasa manis itu kalah indah dengan rasa manis yang didapatkan melalui kepahitan. Rasa manis dan pahit itu adalah sunnah Tuhan. Karena mengakui dan mengagumi sunnah Tuhanlah,  maka saya percaya bahwa kehidupan yang indah itu adalah kehidupan yang kadang pahit. Ia tidak statis, tidak melulu berputar-putar  di zona yang aman. Ia diwarnai usaha yang kadang membuat fisik, raga, dan jiwa kita lelah, diiringi air mata yang kadang susah berhenti, ditemani doa yang sepertinya tidak kunjung di jawab oleh Tuhan. Oleh karena itu saya memilih  “menikmati” rasa pahit kehidupan ini. Bagaimanapun, suatu saat nanti. bila Tuhan sudah meridhoi, saya meyakini bahwa saya akan menjelang dan menikmati rasa manis yang sempurna sesudah kepahitan. Salam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/694/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=694&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/keniscayaan-manis-pahitnya-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemana hati nurani?</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/kemana-hati-nurani/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/kemana-hati-nurani/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 05:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[POEMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[Bila dibumi anarki manusia tumpah Saling menghina dan membunuh Tapi menyeru nama Tuhan yang Satu Menyedihkan, memilukan, memalukan! &#160; Aduhai manusia yang katanya penyayang Kemana hati nurani yang sudah Tuhan berikan? Apa sudah kau tutup rapat-rapat kah dia? Atau sudah kau kusam legamkan kah dia? Hingga tak mampu lagi engkau merasa? &#160; Aduhai manusia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=690&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila dibumi anarki manusia tumpah</p>
<p>Saling menghina dan membunuh</p>
<p>Tapi menyeru nama Tuhan yang Satu</p>
<p>Menyedihkan, memilukan, memalukan!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aduhai manusia yang katanya penyayang</p>
<p>Kemana hati nurani yang sudah Tuhan berikan?</p>
<p>Apa sudah kau tutup rapat-rapat kah dia?</p>
<p>Atau sudah kau kusam legamkan kah dia?</p>
<p>Hingga tak mampu lagi engkau merasa?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aduhai manusia yang katanya welas asih</p>
<p>Jangan kau campakkan kemurnian suara hati</p>
<p>Apalagi mau diiming imingi nikmat surgawi</p>
<p>Dengan menghalalkan marah dan benci</p>
<p>Penuhi saja sumur cinta, lewat hati nurani</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/690/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=690&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/kemana-hati-nurani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Tua</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/685/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/685/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 04:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[POEMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan Bagi setiap insan, lelaki atau perempuan Ingatan yang kuat, tubuh yang segar bugar Akan perlahan menyusut dan memudar &#160; Menjadi tua adalah sunnah Tuhan Misteri usia bukanlah permainan Jangankan buat yang berusia senja Yang mudapun bisa tersapu masa &#160; Hari ini aku membayangkan hari tua Padahal sekarangpun aku sudah menjadi Beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=685&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan</p>
<p>Bagi setiap insan, lelaki atau perempuan</p>
<p>Ingatan yang kuat, tubuh yang segar bugar</p>
<p>Akan perlahan menyusut dan memudar</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menjadi tua adalah sunnah Tuhan</p>
<p>Misteri usia bukanlah permainan</p>
<p>Jangankan buat yang berusia senja</p>
<p>Yang mudapun bisa tersapu masa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari ini aku membayangkan hari tua</p>
<p>Padahal sekarangpun aku sudah menjadi</p>
<p>Beberapa helai rambutku ada yang memutih</p>
<p>Angka di ulang tahunkupun makin bertambah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ah, dalam perenunganku tentang usia senja</p>
<p>Aku membangunkan kalbuku yang kadang mati suri</p>
<p>Dan menajamkan fikirku, agar tidak ditenggelamkan masa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/685/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=685&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/08/685/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai Maut Menjemput</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/05/sampai-maut-menjemput/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/05/sampai-maut-menjemput/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 01:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[POEMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kain panjang kering yang dipaksa keluar dari kerongkongan berkulit tipis Begitu aku membayangkan sakitnya nyawa di ambil oleh yang Maha memiliki Seperti hembusan nafas yang lepas, ringan, terbang berseri dibawa angin pagi Begitu aku melukiskan senangnya melepas rindu, akan bertemu kekasih hati &#160; Tidak tahu dimana aku nanti berdiri, merinding aku menerka-nerka kedatang ajal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=679&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti kain panjang kering yang dipaksa keluar dari kerongkongan berkulit tipis</p>
<p>Begitu aku membayangkan sakitnya nyawa di ambil oleh yang Maha memiliki</p>
<p>Seperti hembusan nafas yang lepas, ringan, terbang berseri dibawa angin pagi</p>
<p>Begitu aku melukiskan senangnya melepas rindu, akan bertemu kekasih hati</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak tahu dimana aku nanti berdiri, merinding aku menerka-nerka kedatang ajal</p>
<p>Entah kapan, dimana, dan sedang apa, tak mampu aku menebus kedalaman masa</p>
<p>Sungguh kerdil aku, berdiri di tepi lautan tenang sekalipun, aku bisa terbawa gelombang</p>
<p>Sungguh lemah aku, bahkan berada di tempat paling tinggi sekalipun, aku bisa terjungkal</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gila memang, mengingat kata maut saja aku kadang terlalaikan, bagaimana pula aku bersiap?</p>
<p>Mendengar gemuruh datangnya saja, aku sudah pontang-panting, bagaimana pula aku menghadang?</p>
<p>Ya, aku merasai bahwa maut memang bukan kawan, tapi tidak mustahil ia menjadi sahabat  terdekat</p>
<p>Mengingat &amp; mendekapi maut, mengingatkan kita akan kebersihan raga, kebeningan hati , juga jiwa</p>
<p>Aku dan maut, suatu saat akan saling mencari dan semoga merindui, menggiringku melihat senyumMu!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/679/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/679/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/679/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=679&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/05/sampai-maut-menjemput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cukup</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/04/cukup/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/04/cukup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 20:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[POEMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[Terowongan itu gelap, tapi aku masih melihat cahaya kecil disana Ia tak bergerak,  tapi aku tahu ia bernyawa,  memanggil  ku tanpa suara Ia menyimpan misteri, menyelimutiku dengan resah sekaligus harapan Aku dibuatnya menjerit dalam hati, hingga mengeluarkan satu kata, cukup &#160; Aku putuskan untuk cukup menggantungkan harapanku tinggi-tinggi Tapi tidak aku cukupkan untuk terus berharap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=676&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terowongan itu gelap, tapi aku masih melihat cahaya kecil disana</p>
<p>Ia tak bergerak,  tapi aku tahu ia bernyawa,  memanggil  ku tanpa suara</p>
<p>Ia menyimpan misteri, menyelimutiku dengan resah sekaligus harapan</p>
<p>Aku dibuatnya menjerit dalam hati, hingga mengeluarkan satu kata, cukup</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku putuskan untuk cukup menggantungkan harapanku tinggi-tinggi</p>
<p>Tapi tidak aku cukupkan untuk terus berharap peduli Tuhan menghampiri</p>
<p>Orang bisa bilang aku menyerah, tapi sebenarnya aku masih tegak berdiri</p>
<p>Hanya berbelok ke arah lain saja, menelusuri  jalan yang juga misteri</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cukupku bukan berarti mengalah, melemah, apalagi membuatku gila</p>
<p>Cukupku bukti penerimaanku pada yang lama tidak aku akui dan lihat</p>
<p>Cukupku menjemput harapan lain, yang tidak kalah indah dan mulia</p>
<p>Cukupku masih bersama cahaya, menggenggam sampai memeluknya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/676/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=676&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/04/cukup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Tanda-Tanda Cinta</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/02/sepuluh-tanda-tanda-cinta/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/02/sepuluh-tanda-tanda-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 21:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Thoughts and Feelings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=671</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari komentar saya pada seorang kawan di facebook  tentang definisi cinta, saya malah jadi kepengen menuliskan tanda-tanda cinta, bukan definisinya. Mungkin karena cinta itu banyak definisinya, saya jadi mengambil yang lebih gampang, menuliskan tanda-tanda nya saja. Nah kalau ada waktu dan sedang mencari materi bacaan for “pleasure”,  silahkan baca uraian sederhana saya tentang tanda-tanda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=671&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari komentar saya pada seorang kawan di facebook  tentang definisi cinta, saya malah jadi kepengen menuliskan tanda-tanda cinta, bukan definisinya. Mungkin karena cinta itu banyak definisinya, saya jadi mengambil yang lebih gampang, menuliskan tanda-tanda nya saja.</p>
<p>Nah kalau ada waktu dan sedang mencari materi bacaan for “pleasure”,  silahkan baca uraian sederhana saya tentang tanda-tanda cinta di paragraph berikut.  Tapi perlu di ketahui sebelumnya bahwa tulisan saya ini bukan berdasarkan riset, hanya opini hasil dari pengamatan dan pengalaman saya saja.  Oleh karena itu isi tulisan ini subjektif,  akan ada sebagian pembaca yang setuju , ada yang ingin menambahkan,  bahkan ada yang ingin mengoreksinya.  Well, silahkan saja, saya akan senang sekali. <span id="more-671"></span></p>
<p>Ada sepuluh tanda-tanda cinta yang muncul di kepala saya. Tanda-tanda ini sifatnya sederhana dan ditemui di dalam kehidupan sehari-hari, ditengah kebersamaan kita dengan orang yang kita cintai, baik itu dengan orang tua, pasangan, saudara, sahabat, bahkan kawan dan kerabat. Tanda-tanda cinta berikut tidak berdasarkan urutan hirarki, karena setiapnya bernilai sejajar.</p>
<p>Tanda cinta yang pertama berkaitan dengan panggilan kesayangan. Orang yang mencinta akan memanggil yang dicinta dengan nama yang special. Orang yang dicinta merasa tenang dan aman bahwa setiap kali namanya di sebut oleh yang mencinta, ia yakin namanya akan di sebut dengan indah, benar, bahkan dengan nama panggilan kesayangan yang menyenangkan hati.</p>
<p>Tanda cinta yang kedua berhubungan dengan makanan. Orang yang mencinta biasanya akan menawarkan makanan sisa yang enak di atas piring kepada yang dicinta, padahal ia sendiri masih ingin dan mau memakan makanan itu. Orang yang mencinta akan berpura-pura sudah kenyang, atau berpura-pura tidak suka pada makanan itu.</p>
<p>Tanda yang ketiga berkaitan dengan rasa sakit. Orang yang mencinta tidak akan menunjukkan rasa sakitnya sungguh-sungguh kepada yang dicinta. Ia bisa mencari cara untuk mengobati dirinya sendiri terlebih dahulu, atau tidak mengeluh terlalu banyak sebelum akhirnya bicara jujur bahwa ia benar-benar sakit.</p>
<p>Tanda cinta selanjutnya berhubungan dengan sikap “mendengarkan”. Orang yang mencinta senang dan “curious” mendengarkan cerita orang yang dicinta. Yang mencinta akan terlebih dahulu membiarkan yang dicinta bercerita tentang kebahagiaan atau kesedihannya sebelum ia sendiri menceritakan dirinya. Ia akan menjadi pendengar, penghibur, bahkan penyemangat sejati bagi yang di cinta.</p>
<p>Tanda cinta yang kelima berkaitan dengan penampilan. Orang yang mencinta biasanya memperhatikan penampilan, pakaian atau gaya rambut, orang yang dicinta. Ia akan khawatir dan tidak nyaman, bila melihat orang yang dicinta, yang akan tampil di depan banyak orang misalnya, pakaiannya terlihat kurang rapih atau tidak pas. Orang yang mencinta ingin yang dicinta tampil rapih sehingga ia bisa mendapatkan pujian, misalnya, dari orang lain, atau paling tidak, tidak membuat malu.</p>
<p>Tanda cinta berikutnya berkaitan dengan kehadiran. Orang yang mencinta adalah orang yang paling penting  yang harus hadir dalam penunjukkan prestasi atau “performance” orang yang di cinta. Ketika orang yang dicinta tampil dalam suatu pertunjukkan misalnya, kehadiran orang yang mencinta akan menjadi sumber penyemangat dan penenang yang paling ampuh. Raut wajah, melalui senyum dan lirik mata orang yang mencinta  akan menjadi “dopping” yang luar biasa bagi yang dicinta.</p>
<p>Tanda cinta yang ketujuh berhubungan dengan tidur. Orang yang mencinta biasanya tidak tega atau hati-hati sekali membangunkan orang yang di cinta. Bahkan orang yang mencinta akan menyuruh tidur/istirahat yang dicinta bila ia terlihat lelah, dan berusaha untuk tidak mengganggunya ketika yang dicinta sedang tidur atau istirahat.</p>
<p>Tanda cinta selanjutnya adalah “sulit” untuk berpisah jarak walau sementara saja. Orang yang mencinta akan kerap kali memikirkan orang di cinta bila ia sedang dalam perjalanan atau sedang ada di tempat/kota lain. Orang yang mencinta biasanya akan kerap kali menelpon, atau menjadi khawatir bila setelah sekian lama orang yang dicinta tidak memberi kabar.</p>
<p>Tanda cinta yang kesembilan berhubungan lagi dengan pakaian atau alat lain yang bisa melindungi tubuh dari panas, dingin atau hujan. Orang yang mencinta biasanya akan merelakan payungnya, jaketnya, atau topinya di pakai oleh yang dicinta, bila pada suata masa misalnya,  yang dicinta lupa memakai/membawa alat-alat tersebut. Yang mencinta rela kedinginan, kepanasan bahkan kehujanan, asal yang dicinta merasa aman dan nyaman.</p>
<p>Last but not least, tanda yang kesepuluh berkaitan dengan hari jadi. Orang yang mencinta biasanya tidak lupa akan hari bersejarah orang yang dicinta. Kapan yang dicinta ulang tahun, kapan ia pertama kali mendapatkan pekerjaan, kapan ia lulus sekolah, kapan ia menikah, atau kapan ia mendapat SIM pertama kali. Yang mencinta menjadikan hari-hari bersejarah itu sebagai “sweet memory” yang langgeng dalam ingatannya.</p>
<p>Yah itulah sepuluh tanda-tanda cinta yang ada dalam kepala saya.  Tanda-tanda itu sifatnya bisa saling berbagi antara yang mencinta dan dicinta. Ehm, kalau ini sudah terjadi, dunia yang indah terasa lebih indah lagi. Silahkan kawan-kawan rasai saja, apa salah satu, sebagian atau kesemuanya sudah kawan-kawan alami? Kalau iya, ehm….berarti anda beruntung, memiliki orang-orang yang mencintai anda di sekeliling anda.  Makasih ya sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. Salam Hangat!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/671/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=671&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/02/sepuluh-tanda-tanda-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My journey in conquering fears of driving</title>
		<link>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/01/my-driving-licence-a-journey-in-conquering-my-fear-of-driving/</link>
		<comments>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/01/my-driving-licence-a-journey-in-conquering-my-fear-of-driving/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 17:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Neneng Syahdati Rosmy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[STORIES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenengrosmy.wordpress.com/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[About a week ago, i finally received a California Driving License, something that i &#8216;ve never imagined before. I was so happy, and i am still. I consider this as an achievement because it was a long and challenging journey. Not only because i had postponed the behind-the-wheel test for about a year (i got [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=667&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>About a week ago, i finally received a California Driving License, something that i &#8216;ve never imagined before. I was so happy, and i am still. I consider this as an achievement because it was a long and challenging journey. Not only because i had postponed the behind-the-wheel test for about a year (i got the permit on February 2010, and took the test on February 2011), but also because i had to struggle dealing with my own fears. I was so fearful so that i was so reluctant to touch the wheel.</p>
<p>But now&#8230;looking back to my journey, i am giggling and feeling proud of myself. I think my experience is worth sharing, hoping that it may also worth reading for others. In the next paragraphs, i would like to describe what i have done to finally able to transform myself from being so fearful to being joyful.<span id="more-667"></span></p>
<p>First thing first, i found one way to change my fearful thinking. What i did was that everytime i sat  in the passenger seat, i looked around and paid attention to other drivers in other cars. While doing that, i saw that almost every one could drive. I found male and female, young and old, and from variety of ethnical background, surely were driving. Some of them even driving while talking or chatting, and listening to the music. I didn&#8217;t see any fearful expression in their faces, but calmness and joyfulness. Among them, old women and women with child inspire me a lot.  I thought that if almost anybody can drive, i can do it too.</p>
<p>Secondly, I watched YouTube videos about driving both from DMV and random people. I use them to learn the rules of road and to handle the skills of driving. I watched the videos often, again and again. I also read few online and printed resources about how to conquer fear too (lol).</p>
<p>Thirdly, i used visualization. In my visualization, I imagined how happy and how improved my mobility and independency would be if i could drive.  There would be less &#8220;asking for help&#8221; to my husband or to a friend to take me or drop me off somewhere. And by visualizing something nice i was able to build and to keep my motivation up.</p>
<p>Fourthly, i practiced often. All the theories and inspiring articles about driving won&#8217;t be useless without me applying them. By practicing it often, i got more understanding of what i have read and watched. First practice was horrible, and i was so scare but by times, it got better, and i became less tense.</p>
<p>Last but not least, i also believe that i wouldn&#8217;t have done it without the love and support of someone close (especially my husband), and surely the protection and of GOD too. As a human being, we sometimes feel tired, lazy, and frustrated. In times like that, we need someone outside ourselves who can listen, support, and energize us again. We also need God to protect us while we are on the road. I find myself calm and felt protected every time i recite a prayer before driving.</p>
<p>That&#8217;s all i can remember about my journey to get a driving license. I hope people out there, who still have fears of driving, but want so much to drive can benefit from my experience. I believe that the fears of driving can be conquered. It takes times, determination, and patience too.  Just try, try, and try again, you can do it!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenengrosmy.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenengrosmy.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenengrosmy.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenengrosmy.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenengrosmy.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenengrosmy.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenengrosmy.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenengrosmy.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenengrosmy.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenengrosmy.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenengrosmy.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenengrosmy.wordpress.com/667/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenengrosmy.wordpress.com/667/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenengrosmy.wordpress.com/667/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenengrosmy.wordpress.com&amp;blog=2103044&amp;post=667&amp;subd=nenengrosmy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenengrosmy.wordpress.com/2011/02/01/my-driving-licence-a-journey-in-conquering-my-fear-of-driving/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9870279ac3d2fa2d8406c46c961da8b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nenengrosmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
