Aku, lelakiku, Honolulu dan Riverside

Akhirnya pesawat yang kutumpangi mendarat di bandara Ontario, California pada 9 Desember 2007 setelah 5 jam penerbangan dari Honolulu, Hawaii. Kuturuni anak tangga satu-satu menuju ruang pengambilan bagasi. Perasaanku campur aduk dihiasi rasa bahagia yang teramat dalam. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan ketika aku bertemu lagi dengan lelakiku. Hampir empat bulan kami berpisah sejak dia menerima tawaran sebagai assisten professor di University of California at Riverside. Aku berpikir apa aku harus lama menenggelamkan kepalaku di dalam pelukannya atau lama mencium bibirnya yang sudah lama tidak aku sentuh.  Ternyata aku agak gugup, mungkin karena rasa gembira yang teramat sangat.

Aku sampai di bawah, tidak jauh dari  tempat pengambilan bagasi. Lelakiku menyambutku dengan senyum yang hangat, kedua tangannya langsung terbuka lebar siap erat memelukku. Aku pun menghampirinya dan sesaat menjatuhkan kepalaku dan badanku kedalam pelukannya. Aku merasakan keindahan, kedamaian, kenyamanan dan ketenangan yang sangat. Kemudian dia mencium keningku, kedua pipiku dan bibirku, tentu saja aku membalasnya dengan rasa yang berwarna-warni. Ah aku bersyukur ternyata sudah sembilan tahun usia perkawinanku, rasa cinta yang ada makin dalam dan bermakna.. 

Yap, aku ada disini sekarang sayang, ada di sampingku. Kita berdekatan sekarang..kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan bersama-sama. Bertukar cerita, bercengkrama, bercanda, makan bersama..aih!..berselisih karena berbeda pendapat? Ya…tak apalah, biar selisih kami jadi bumbu penyedap kebersamaan kami.. 

Sudah hampir 3 minggu kami bersama-sama disini sebelum aku kembali ke Honolulu tanggal 13 Januari mendatang. Tiga hari pertama, aku rasakan lelah yang teramat sangat, mungkin karena 2 minggu terakhir, aku habiskan waktuku untuk menyelesaikan tugas-tugas akhir yang padat, ditambah juga dengan cuaca yang dingin membuat kondisi kesehatan badanku menurun. Aku diserang sariawan dan sakit tenggorokan, tapi Alhamdulillah itu tidak berlangsung lama. Lelakiku juga sama, setelah aku sehat, justru dia sempat sakit. Badannya panas dan kena flu berat..aku berdoa selalu, “Tuhan…hanya engkau yang maha penyembuh, sehatkanlah badan kami, kuatkan raga kami”.. 

Tapi Alhamdulillah, kondisi kesehatan kami berangsur baik dan kami mulai bisa kembali beraktifitas dan menikmati masa liburku dan kebersamaan kami dengan baik disini. Aku memasak…berbelanja…menonton..mengurus rumah…membaca bacaan ringan..mendengarkan musik…mengitari kota Riverside dan menikmati suasana nyamannya…Melakukan semua, semua yang indah-indah yang hampir 3 bulan terakhir tidak aku lakukan.  

Ya, tiga bulan terakhir yang penuh dengan perjuangan dan keseriusan, mengenal dan menata kembali cara belajarku, membaca serius, menulis dan menuangkan ide yang sudah lama tidak aku lakukan…aku tahu aku begitu gugup di semester pertama, sebab sudah hampir 7 tahun aku meninggalkan dunia akademis. Tapi aku tahu, banyak orang –orang terkasih yang mendukung dan menyemangatiku. Aku juga tahu aku pekerja keras dan ya…nilaiku sangat memuaskan di semester pertama ini. Aku bahagia…sekali! Aku sadar betul, nilai ini akan jadi penyemangat ku di semester-semester berikutnya.  

Seiring waktu berjalan, aku dan lelakiku mulai gelisah…gelisah lagi mendekati masa perpisahan untuk sementara waktu. Kami mulai mengungkapkan lagi jurus-jurus menata hati, rasa dan pikir supaya kami siap berpisah bila saatnya tiba. Kami berdua punya impian, punya cita..punya harapan…dan kami tahu dengan pengorbanan kerja, usaha dan doalah semuanya bisa diwujudkan. Perpisahan sementara kami adalah bagian dari pengorbana kami. Jauh di lubuk hati ku, aku bangga pada diriku sendiri..dan juga pada sang lelakiku… 

Tuhan, kuatkan hati kami..jagalah kami berdua..tuntun dan bimbinglah kami pada jalan yang Engkau ridhoi..Hanya kepada Engkau dan Cuma kepada Engkau dengan segenap tunduk dan segala puji, kami serahkan kehidupan kami berdua.. 

v     Robbanaa.. Laa Tuakhidna… Inna siina.. au akhto’na..Robbanaa.. walaa tahmil alainaa… isron kamaa hamaltahu ‘alalladziina.. ming koblinaa..Robbanaa.. walaa tuhammilna… maa laa thookota lanaa bihWa’fu annaa.. wagfir lanaa…warhamnaaa.. anta maulaanaaa..Fanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin…(2:286) 

v     Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagiamana yang telah Engkau bebankan bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan  terhadap orang-orang yang kafir (Surah 2: al-Baqarah  Ayat 286)

10 thoughts on “Aku, lelakiku, Honolulu dan Riverside

  1. California….nice place but I prefer Chicago. Hahaha…apa khabar bu? Yup..it’s great to meet our other half though I’ve never experience it…well but what I seek and hope st this moment is to get another chance and exactly like your chance to see other part of the world, again !!!. Insya Allah..

    *kind of remember my Chicago’s day*

    Wassalam

    Abud
    (Dw 3)

    • Fahmi, I know this is just too late, but hopefully for this case, late is better than never.
      I am happy so stay in touch with you Fahmi..(– Hope all are well with you.
      I am sure Chicago gave you lots of wonderful memories^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s