Surat Rindu

Tiba-tiba saja hatiku kelabu..

Aku tahu aku sedang sedih..

 

Dan aku tahu pasti.

Kelabuku karena rindu..

 

Huk huk huk..

Aku rindu bercengkrama

Bercengkarama tanpa bantuan teknologi

Aku rindu bermesra

Bermesra dengan “utuh”

 

Bodohnya aku..

Masih saja menafikkan kemudahan yang ada..

Kerdilnya aku..

Masih saja meminta yang lebih..

 

Tapi sungguh, aku memang rindu, rindu pada

Berdekatnya kulit…

Harumnya desahan nafas..

 

Tuhan..

Aku rindu..pada sesiapa..

Sesiapa yang menyayangiku dan aku sayangi

Ku titipkan mereka pada-Mu

Hanya Engkau penjaga segala..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s