Hidup dan Sholat….

Di tengah hiruk pikuknya hidup di dunia, ketika orang sibuk menggapai apa yang belum dipunya, dan mencari apa yang belum dianggap cukup…semestinya bermesra dengan Tuhan jadi momen yang sangat di tunggu dan mencerahkan. Semestinya juga gairah harus muncul ketika waktu berdialog dengan Tuhan datang dan memanggil.

Ya, itu semestinya..dan apa yang disebut semestinya itu sepertinya memang cuma bisa dirasakan oleh manusia-manusia yang mengerti dan memaknai hidup serta tahu mengapa hidup tidak bisa dipisahkan oleh sholat…(ini khusus buat yang mengaku beragama Islam).

Aku sendiri tidak pandai mendefinisikan kata “hidup didunia”. Sepertinya memang tidak ada kalimat bersama yang bisa di setujui oleh banyak orang tentang hidup di dunia. Yap, hidup didunia bisa punya banyak definisi tergantung dari cara orang tersebut merasa, memikirkan dan menjalani detik, menit, hari, bulan dan tahun yang dilalui-nya.

Buatku, hidup didunia ini punya definisi banyak, salah satunya adalah melangkah kedepan, berarti harus lebih baik dan bermanfaat dari hari kemarin. Buatku ini sama dengan berjuang, dalam bekerja, belajar, berumah tangga, dan bersosialisasi. Menjalani hidup buatku tidak punya kata akhir, hanya kembalinya aku ke Pangkuan Tuhan yang membuat hidupku di dunia ini berakhir. Hidup adalah sebuah proses, dan kebahagiaan tidaklah harus menunggu hasil. Kebahagiaan bisa dicapai ketika kita punya sarana untuk berjuang, punya badan, akal dan jiwa yang sehat…Tentu saja kebahagiaan tidak melulu hadir, kesedihan, keputus-asaan, ketidak berdayaan tentu juga datang dan pergi. Tentu saja pula, dalam ke berjuang aku harus terus bersyukur; menerima yang ada dan menggunakan dan memanfaatkan yang kita punya dengan sebaik-baiknya. Ehm..standar baik juga berbeda, tapi paling tidak..aku tahu kalau aku berusaha untuk tidak merugikan orang2 disekitarku dengan perbuatan tidak baik-ku. Dan aku akan berusaha untuk berbuat baik untuk orang disekitarku.

Aku muslimah..dan hidup yang sudah aku definisikan itu, jadilah hampa kalau harus berlalu tanpa dihiasi solat. Ya solat..yang kata ayah bundaku, sebaiknya harus dilakukan tepat waktu, dengan khusyuk..solat yang kata para alim ulama, adalah tiang-nya agama, salah satu rukun dalam Islam, kewajiban bagi muslim dan muslimah.. Kataku…(kata banyak orang pulak, mungkin..) solat itu bagian dari Hidup, karena tanpa solat…hidup jadi kering, jadi seperti kapas yang terbang begitu saja di udara tanpa pernah terkumpul jadi benang….

Ehm….cara-ku melakukan solat dan mesikapi waktu solat tentu tidak lah sempurna…..

Tapi aku ingin kembali lagi mengingat pesan dan petuah yang aku pernah dapat. Nikmatilah solat…dari mulai mengambil air wudhu sampai melipat kembali sajadah yang tergelar. Jadikan setiap doa dan puji didalam-nya sebagai penyejuk jiwa, penentram sukma, penghibur dan penguat rapuhnya hati, pengingat jangan jadi busuk-nya hati, penyambung putus-nya harap, penyemangat redupnya jiwa, dan juga tempat mengucap syukur atas hidup yang kita miliki..

Tuhan…

Aku berkata, Terimakasih telah beri aku kuasa menyusun kata

Semoga Engkau beri pula aku kuasa mewujudkannya jadi nyata, Amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s