Terluka

Barisan kata

Bisa setajam panah

Gelakan tawa

Mampu jadi senjata

 

Hati miris

Kerongkongan teriris

Sakit sekali

 

Dibalas diam

Tidak bermuara

Dijawab suara

Malah mengembara

 

Kalau saja

Mulut bisa memerintah

Dirinya untuk bungkam

Mungkin tidak perlu ada luka

Yang masih basah

Tapi sudah lagi terkena

Oleh raba dan jamah

 

Kalau saja

Insan bisa menunda

Untuk sejenak mainkan otak

Dan sebentar goyangkan rasa

Maka luka tak perlu ada

Bahkan sandiwara

Tak akan jadi berpentas

 

Manusia

Pikir dan rasa

Rongga suara

Mengapa susah

Untuk bertenggang?

Jalan bernada

Seirama…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s