Kemarin yang kelabu

Langkahku cepat

Hatiku berdegup

Pikiranku melayang

Aku separuh gugup

Sayang sekali..

 

Aku berjalan kedepan

Mataku tak silap pandang

Pun tak ada senyum mengambang

Aku siap tapi ketakutan

Sayang sekali..

 

Aku pun datang

Segenap aku berikan kekuatan

Semua kucurahkan perhatian

Lengkap sudah segala daya

Sampai panas isi kepala

Aku tandang tapi aku gelisah

Sayang sekali

 

Akhirnya Tengah hariku tiba

Gugup, takut dan gelisahku menyatu

Bicaraku gagap

Rautku suram

Kakiku melemas

Sungguh amat sayang

 

Nyata jadinya

Satu-satu air mataku jatuh sudah

Susah berhenti, mengalir deras

Mata, hidung, dan wajahku memerah

Aku merasa tak berdaya

Rapuh, lelah tak berjiwa

Sungguh amat sayang

 

Tak pakai jeda

Aku tumpahkan semua isi

Dipikirku maupun dihati

Syukur lah ada yang selalu menamani

Sabar mendengar dan mengamini

Semua kisah yang buat hariku kelabu dan kering

Alhamdulillah

 

Hariku kelabu kemarin

Semoga esok hari nanti

Aku tidak jadi “disayangkan”

Tapi aku “disanjungkan”

Tak apalah

Aku nikmati saja

 

Karena

Jangankan cuma aku seorang

Nabipun seringkali khawatir sendirian

Ia pun pernah sedih dan kelabu

Tak apa kalau cuma semantara

Asal jangan berlama-lama

Karena hidup harus terus berjalan

Dengan otak dan kepala tengadah

Dengan barisan dan tuturan doa

Dengan jernih dan tulus-nya rasa

Dengan cinta dan cita-cita tentunya

Sekian..

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s