Sesak dan Sadar

Penuh tumpang tindih

Tak beraturan, beradu kelahi

Ruang jadi sempit

Semua saling berhimpit

 

Lelahku  mengguntai

Hampir patah berjuntai

Cengengku menghampiri

Nyaris pecah berderai

 

Lantas  sejenak  terhenti

Kugigit  lidahku sendiri

Terdiam coba menyelami

Apa  sebenarnya terjadi

 

Aku bicara dan berdamai

pada diri jiwa dan hati

Lalu juga sadar diri

Akan peranan hiasi

Rangka, sampul dan isi

 

Ini tangga aku yang naiki

Aku tahu akan ku jajaki pasti

Indah berpeluh arti

Selalu Tuhan kugandengi

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s