Etika Menulis Status di Facebook

Akhirnya aku ikutan masuk dalam lingkaran dunia Facebook bulan Desember tahun lalu, setelah banyak dapat undangan pertemanan dari kawan-kawanku. Pelan-pelan aku  menikmati juga pertemanan virtual di FB ini dimana aku bisa bertemu kawan lama, pacar lama (he he), murid-muridku waktu aku mengajar di SMA dulu, anggota keluargaku, plus teman2 baru yang sekarang dekat denganku.

Bukan tanpa alasan aku menikmati pertemanan di FB. Karena ternyata lewat FB lah aku bisa bernostalgia, bisa mengetahui kabar kawan2 dan keluarga , bisa dapat informasi, dan bsa juga terhibur.

Nah selama diriku berfacebook ria, tentu saja aku membaca dan memperhatikan status teman2 di facebook.  Sebagai media publik, siapapun  tentu boleh bersuka hati menggunakannya sebagai alat berekspresi. Mereka boleh menulis tentang kegiatan mereka sehari-hari, tentang pikiran, perasaan, atau pendapat mereka, atau bahkan menyampaikan informasi/nasehat yang mereka anggap baik dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Ya begitulah memang konsekwensi nya ikutan facebook. Mau tidak mau jadi membaca apa yang orang lain tulis. Tentu saja kita bisa memilah milih dengan cara mengatur “settingan” FB kita tentang siapa yang akan kita “hide”, atau siapa yang akan kita “block” untuk membaca status kita,  tetapi lama kelamaan karena pertemanan yang semakin banyak, ternyata tidak gampang ya memilah-milih begitu.

Makanya..belajar dari waktu dan pengalaman, sikap yang paling baik untuk berteman di FB ini ya harus jadi orang baik, ha ha maksudnya? — Iya, santai aja lah. Paling tidak kita bisa mengosongkan pikiran atau perasaan negatif pada orang lain. Namanya juga jaringan sosial atau lingkaran pertemanan, dimanapun dan apapun bentuknya itu, kita tidak bisa mengontrol sikap orang lain kepada diri kita. Yang bisa kita lakukan justru adalah mengontrol diri kita sendiri dengan cara memiliki etika berfacebook ria supaya kita senang, dan semoga dapat membuat orang lain senang.

Nah menurut otakku yang kecil, etika berFacebook ria itu adalah sbb:

  1. Sebaiknya jangan menulis status yang cuma dikhususkan untuk satu orang saja.  Kalau ada pesan pribadi lebih baik menggunakan Imel atau “message line”
  2. Sebaiknya jangan menulis status yang sifatnya sangat tidak penting  seperti ” tidur ahhh” atau “kebelet pipis”.  Kasihan kan orang yang baca😀
  3. Sebaiknya gunakan lah bahasa yang santun jika ingin berbagi pengalaman rohani.
  4. Sebaiknya jangan mengumbar rasa cinta pada pasangan “terlalu” sering.
  5. Sebaiknya jangan terlalu banyak memberi informasi, ini udah jaman “information load”, janganlah dibuat jadi “information flood”.
  6. Sebaiknya bersikap adil lah. Jangan hanya mengharap di kasih komen tapi gak pernah ngasih komen.

Dan dari semua etika di atas, intinya adalah keseimbangan. Dan sepertinya memang itu yang susah ya. Semoga dengan berFB ria kita bisa menjaga persahabatan yang ada, bukan malah sebaliknya. Dan semoga dengan berFB ria, kita tidak melalaikan orang-orang yang justru ada di sekitar kita. Salam…!!

2 thoughts on “Etika Menulis Status di Facebook

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s