Yang Maco dan Gemulai; Homoseksualitas

Sampai saat ini aku masih merasa tidak tega dan sedih kalau membayangkan bahwa beberapa orang  yang sangat baik itu, akan berdosa seumur hidupnya, atau akan masuk neraka, Argh!

Tentu saja aku sendiri tidak tahu apa yang bakal terjadi dengan diriku sendiri di dunia akhirat nanti. Dan aku juga tidak punya hak menghakimi apa seseorang akan masuk surga atau masuk neraka. Aku percaya adanya neraka dan surga, aku takut masuk neraka dan merasa tidak pernah sempurna untuk bisa masuk surga. Satu hal yang paling aku sangat usahakan dan kurasakan berat dijalani dalam setiap desahan nafas ini adalah rasa ikhlas. Aku ingin ikhlas menjadi penghias diriku, dalam apa saja..dalam belajar..berkata..berbuat..bersujud..dan bahkan bercinta.

Salah seorang sahabatku ini adalah satu dari sekian manusia  yang ikhlas berteman denganku.  Aku merasakan keikhlasan kebaikannya  jauh sebelum aku tahu kalau dia adalah seorang lesbian. Aku memang tidak pernah bertanya apa dia sudah punya pasangan atau belum, lama..aku berpikir untuk akhirnya bertanya, dan jawabannya adalah, “aku lesbian Neneng, Yuna (nama samaran) yang juga kamu kenal adalah pasangan lesbiku”. Aku tidak mendiskusikan-nya lebih lanjut, yang aku lakukan adalah setiap kali aku menelpon dan bicara denganya aku selalu menyampaikan salam untuk Yuna dan selalu bertanya bagaimana kabar Yuna. Entah apa yang dia rasakan, dia memang tidak bercerita banyak tentang Yuna padaku (mungkin karena dia khawatir aku jadi gelisah mendengarnya), dan membuat suasana jadi kikuk. Dia sahabatku yang lesbian ini, sangat menjaga perasaanku, menjadi pendengar yang hebat, sahabat yang enak diajak bicara. Bagiku dia orang baik, baik…sekali, pun tidak hanya kepadaku tapi juga kepada teman2 yang lain.

Aku juga pernah di datangi seorang ibu yang curhat bahwa dia amat sangat menyalahkan dirinya sendiri tentang kenapa anak sulungnya mengaku bahwa dirinya adalah seorang gay di usia 16 tahun. Ibu tersebut menangis sejadi-jadinya, sambil berkata betapa hancur dan malu dirinya mengetahui kalo anak sulungnya adalah seorang gay. Seorang kawan kuliah ku juga demikian. Sifatnya yang mudah didekati dan menyenangkan membuat orang suka berkawan dan berbagi dengannya. Suatu saat, karena seringnya dia berbagi cerita akan patner-nya (begitu dia menyebut pasangan lesbiannya), saya bertanya kenapa nama patnernya, nama perempuan. Dia tersenyum dan berkata, “kamu tidak tahu Neneng, apa kamu tidak melihat kalo saya seorang lesbian?” — “Yuda (nama samaran) adalah pasangan lesbianku, dia patnerku, dan kami sudah 5 tahun hidup bersama” — ” Apakah ini masalah buat kamu Neneng, bersahabat dengan seorang lesbian karena kamu Muslim? ” . Tentu saja aku bilang aku tidak ada masalah bersahabat dengannya dan aku berharap suatu saat bisa bertemu Yuda.  Aku memang akhirnya bertemu Yuda, cantik, cerdas, dan enak sekali diajak berdiskusi.

Nah berdasarkan pengalaman pergaulanku..sebagai seorang muslim, pertanyaan yang sering muncul dikepalaku adalah bagaimana sesungguhnya Islam memandang homoseksualitas.  Menurut beberapa bacaan, kebanyakan ulama memang mengharamkan homoseksualitas, dengan merujuk pada beberapa ayat Alqur’an (surat  7:80-81 dan surat 26:165) tentang kisah Nabi Luth yang umatnya homoseksual dan dilaknat oleh Allah. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa itu bukan perbuatan haram. Menurut yang membolehkan, Alqur’an menyebutkan bahwa Allah menciptakan wanita dan laki-laki sejajar, hanya amal soleh lah yang akan Tuhan lihat (surat 49:3).

Pertanyaan selanjutnya adalah, pendapat mana yang aku yakini benar, dan apa yang sebaiknya aku lakukan.  Sungguh ini sulit, sulit sekali karena aku tidak bisa memilih mana yang paling benar. Aku mengatakan ini mungkin karena aku “takut” dengan Tuhan, kalau aku tidak membenarkan pendapat pertama, aku merasa mengingkari Alqur’an, dan hatiku berkata pandangan ini “benar”. Tapi disisi lain, aku juga mengakui ada kebenaran pada pandangan yang kedua, hatikupun berkata serupa.  Nah berdasarkan keyakinanku akan kebenaran dari dua pendapat tersebut, aku hanya bisa merangkumnya dalam sikapku saja. Aku yakin Allah maha Pengampun dan Pemaklum akan hambanya yang berniat bersih belajar memahami  ayat-ayat Alqur’an dengan keterbatasan akal maupun ruhaninya. Aku yakin Allah pun Maha Penyayang bagi hamba yang berniat bersih mengikuti kata hati untuk mencari  dan membedakan kebenaran dan kesalahan.

Berikut sikapku, dan semoga Allah selalu meridhoi hidupku, Amin..

  1. Akan dan tetep bersahabat (mendengar, berbagi, memberi dorongan positif, dan mengharapkan kebaikan serta keselamatan) tanpa memandang seksualitas
  2. Tidak menghakimi manusia untuk masuk atau tidak masuk surga hanya dengan ukuran seksualitas
  3. Tidak memberi nasihat kecuali bila diminta
  4. Dan bila diminta, akan jujur akan apa yang saya percayai dan saya rasa dan memberikan pilihan terakhir pada orang tersebut
  5. Bersikap netral, tidak mensupport atau memfasilitasi kebutuhan seksualitas mereka

Wallaahu’ Alam Bissowab

Hanya Allah lah yang  mengetahui segala perkara di dunia fana ini.

4 thoughts on “Yang Maco dan Gemulai; Homoseksualitas

  1. pertanyaan ‘bagaimana seharusnya bersikap pd mereka’ jg trlintas di kepala saya walaupun saya ga ada temen lesbi or gay,tp kalo suatu hari ketemu yg kya gitu -kya yg mba alami- bingung jg saya. apakah di posisi netral itu memang benar atau memang jalan teraman?

  2. Hello Rei,

    Salam Kenal, Makasih sudah mampir dan kasih komen. Ma’af ya..klasik reason, aku lama gak update blog ini.
    Kalau mbak tanya aku, aku akan pelan2 share apa pendapatku tentang Gay atau Lesbian pada orang tersebut, tanpa menghakimi. Semua aku kembalikan pada Allah swt. Salam hangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s