Kami dan Kompromi

For everything you have missed, you have gained something else, and for everything you gain, you lose something else” (Ralph W. Emerson 1803-1882).

Quoatation di atas emang bener-bener kena buat aku dan suami saat ini. Malah kalau dipikir-pikir, ini benar-benar kena hampir di semua keputusan-keputusan  yang kita  ambil.  Pas banget ketika aku dan suami mutusin untuk stay beberapa lama lagi di negeri orang setelah kita berdua selesai sekolah, sejak mutusin untuk stay juga sebagai pekerja swasta pas lulus kuliah S1 dulu, sejak mutusin mau ngontrak apa numpang sama ortu pas pulang ke Indonesia, sampai keputusan yang paling anyar sekarang pun (beli rumah di Riverside, CA), quotation itu pas banget buat kita berdua.

Selalu emang kita gak pernah tidak mengindahkan pros and cons setiap keputusan yang kita ambil, dan itulah indahnya..dengan berpikir panjang..dan agak lama: kita jadi sadar dan siap nerima resiko yang udah kita antisipasi lebih awal. Enak atau tidaknya semua jadi relatif, dan bagusnya..,,kita jadi siap menerima komentar orang-orang yang emang gak sampe mikir kesitu, atau emang udah beda-beda banget dah sama cara pandangnya sama kita. Kita sih santai aja..coba mengerti, dan tentu ajah gak membalas dengan kasih komentar, yang kita sendiri  gak tau sudah sejauh mana si orang tersebut berpikir, atau malah gak berpikir lagi karena gak ada pilihan (?).  We never know..

Alhamdulilah..seni berkompromi selalu kita pake karena kita selalu punya pilihan. Karena kalo dipikir-pikir, tentu banyak orang yang dalam hidupnya tidak punya pilihan, tapi nerimo dan berusaha sabar, sabar yang emang asli-asli susah banget! Hidup emang penuh dengan pilihan2—kita memilih dengan sadar akan segala konsekwensinya, dan berusaha stay positive and stay grateful, supaya kita senang..bahagia…karena senang dan bahagia juga adalah pilihan.

Jadi gitu deh, kompromi adalah bagian dari menentukan pilihan-pilihan yang selalu muncul dalam keseharian kita. Kita gak bisa dapet in semuanya dalam setiap keputusan yang kita ambil. Tentu ada plus and minusnya dan kita mesti sadari itu dengan sepenuh-penuhnya, he he. And terakhir, semua pilihan2 itu gak akan pernah lepas dari keridhoan Tuhan. Aku percaya Tuhan dekat sekali dengan kita, sedekat urat nadi di leher kita. Dia pasti mendengarkan suara kita dan akan menguatkan kita yang sedang lemah atawa bingung menentukan pilihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s