Wanita Meksiko di apartemen kami..

“Ting Nong” bel pintu apartemenku berbunyi setiap jam 9 pagi pada hari Jum’at. “Good morning, How are you?”, begitu selalu dua kalimat yang  Gloria ucapkan. Aku biasanya menjawab dengan kalimat yang sama juga, “I am fine, Thank you, What about You, and Please come in”. Gloria kemudian tersenyum, mengatakan kalau dia juga baik2 saja, dan kemudian masuk ke apartmen kami untuk mulai bersih-bersih.

Gloria biasanya menahan daun pintu apartemen kami dengan kayu kecil dan dengan sigap dia mengambil satu-satu alat pembersih, kain lap, kain pel, larutan pembersih, semprotan, ember..semuanya untuk merapikan dapur dan kamar mandiku.  Dengan mata berbinar dan aksen Mexico yang kental, Gloria selalu bilang \, “Everything is clean over here, I do not have to do much in here”. Aku tersenyum, menjawab dengan kata-kata, “thank you” dan kemudian membiarkan dia meneruskan pekerjaannya. Dari mulai membersihkan kompor listrik, kitchen counter,  bath tub,  toilet,  westafel, sampai menyapu dan mengepel lantai dapurku.

Sesekali sambil bekerja, aku sempatkan juga ngobrol-ngobrol dengan Gloria. Gloria memang agak pendiam dibandingkan Maria, wanita Meksiko yang dulu juga dapat tugas membersihkan apartemen kami sekali seminggu oleh kampus tempat suamiku bekerja. Maria selalu mulai duluan untuk ngobrol, dan selalu berlama-lama bila diajak bicara, sementara Gloria menjawab seadanya. Tapi keduanya punya kesamaan, sangat sayang dengan keluarga, dan pekerja keras. Dari ngobrol2 dengan Gloria, belakangan aku tahu kalo Maria tidak lagi berkerja sebagai tukang bersih-bersih, dia tinggal dirumah mengurus anak-anaknya, yang kebetulan memang ada yang masih berusia 3 tahun seingatku. Gloria bilang, kalo Maria sudah lelah bekerja sebagai tukang bersih-bersih , dia tidak mau lagi berhubungan dengan rutinitas membersihkan WC satu ke WC yang lainnya.

Ehm..aku berusaha untuk mengerti kenapa Maria tidak lagi mau bekerja. Aku pikir pasti membosankan setiap hari menggosok sekian banyak WC dan kamar mandi juga  dapur di apartemen komplek yang besar ini. Mungkin badannya sudah lelah, mungkin hati dan akalnya nya sudah tidak bisa lagi diajak kompromi . Aku juga berusaha berprasangka baik kalo suaminya punya gaji yang lebih baik sekarang ini sehingga dia tidak usah ikut bekerja, sebab aku ingat dulu dia pernah bilang kalo dia harus berkerja, “Apa saja”, supaya bisa membantu suami bertahan hidup di Amerika. Ah..pikirku menerawang ke wanita-wanita Indonesia yang terbang ke negara lain menjadi pembantu. Mereka pahlawan, pahlawan keluarga…tentu dengan berbagai macam alasan, aku yakin para TKW itu punya satu alasan yang sama, membantu keluarga.

Yah…Gloria dan Maria memberi aku pelajaran hidup. Keduanya adalah seorang ibu, mereka sama-sama merantau ke Amerika karena ikut suami yang juga berkebangsaan Meksiko dan bekerja sebagai “buruh” di Amerika. Mereka datang berdua, kemudian anak-anak mereka lahir semua di Amerika dan sejak saat itu mereka tinggal di Amerika, berjuang untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan berharap bisa tinggal sebagai warga Negara Amerika nantinya. Perjuangan merakalah yang aku kagumi dan aku ambil. Terlepas dari pertanyaan kenapa mereka harus hijrah ke Amerika untuk bertahan hidup?

“Sret, sret, dug”, suara kain pel menyentuh daun pintu. Biasanya itu tanda pekerjaan Gloria selesai. Dia Selalu bilang, “thank You, I will see you next week” sambil tersenyum dan menutup pintu.  Aku dan suamiku biasanya selalu mengiringi kerpergian Gloria di dekat pintu, sambil tak lupa mengucapkan terimakasih. Lantaiku harum, dapur dan kamar mandi juga kinclong…semuanya bersih dan bersih..higinis. Aku senang, Terima kasih Gloria.. dan sejenak kepergiannya sejenak membuat aku berpikir lagi, “Entah sampai kapan Gloria bertahan, mungkinkan Gloria akan menyusul Maria?”…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s