Cari-cari Rumah di Riverside Bag. 4

Akhirnya..appraisal price  (harga taksiran) rumah yang kita akan beli,  keluar juga.  Kabar baik…ternyata harga rumah yang ditawarkan si penjual dan udah juga kita setujui, …adalah harga PAS. Harga yang memang sesuai dengan luas tanah, kondisi bangunan secara umum, fasilitas rumah/ruangan, dan juga kondisi lingkungan.

Menurut hasil laporan dari si penaksir harga  ‘home price appraiser’, yang kita gunakan jasanya dengan membayar $ 400, harga PAS tersebut didapat dari pertimbangan yang matang dengan cara membandingkan rumah yang akan kita beli dengan rumah-rumah (ada 9 rumah) di lingkungan sekitar yang sudah terjual lebih dulu. Yang dibandinginnya adalah luas tanah, kondisi bangunan secara umum, fasilitas/ruangan yang ada di dalam rumah dan juga lingkungannya. Pokoknya laporannya lengkap…banget!…rinci!

Setelah harga taksiran kita dapetin, kita juga dapetin laporan secara lisan dan tulisan tentang “keadaan” rumah secara rinci (inspection report).  Dan biaya menyewa inspector adalah sekitar $550 untuk 5 jam lebih proses pemeriksaan. Dia datang jam 8:30 untuk periksa rumah sendirian, dan jam 2 siang, kita datang untuk mendengarkan apa-apa yang kurang mantap/perlu diperbaiki dari rumah ‘kita’.

Dari proses inpskesi itu, aku dan suami jadi belajar banyak tentang kondisi rumah, tidak hanya dari tanya ini dan itu ke inspector, tapi juga dari hasil membaca teliti laporan pemeriksaa rumah yang cukup panjang. Laporannya lengkap…dari mulai yang kecil hingga hal besar yang dia sarankan untuk diganti segera, bisa menunggu untuk diganti, dan atau tidak diganti pun, tidak apa-apa.  Setelah mengerti kondisi rumah, kita mencari tahu berapa biaya perbaikannya. Kita cari tahu dech, dari mulai browse di internet, tanya ke agent ..sampe minta tolong tukang nya sendiri (technician) untuk meriksa dan nentuin harga perbaikan.

Iya, memang mengetahui harga perbaikan rumah itu penting. Kalo kita sudah tahu berapa biaya yang akan kita keluarkan untuk perbaikan, kita berencana untuk nego harga  dengan si penjual. Kita berharap dia bisa menurunkan harga jualnya atau dia bisa memperbaikinya sendiri sebelum transaksi jual beli rumah ini kita syahkan.

Kita lihat nanti, kita berdoa..semoga kita dapat yang terbaik. Yah, memang begini lah kalo beli rumah yang sudah tua umurnya. Indah..penuh karakter..homey..cantik…, tapi ya namanya juga sudah berumur..mau di biarkan bisa saja, masih bisa juga ditinggali, tapi kalo mau di make over sedikit/banyak..ya tentu tidak apa-apa juga. Semogalah.. , let’s see…pastinya memang harus sabar..ngerti apa yang lagi kita jalani..mau belajar..dan ehm..banyak doa juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s