Seni hidup di Amerika (sebagai mahasiswa, pekerja, dan atau penduduk)

Dulu, hampir tidak pernah terfikirkan olehku  dan suami akan punya rumah di Riverside. Sebetulnya, ini bukan hal pertama yang “unexpected”. Buat kami berdua, banyak lagi hal lain, yang sekarang ada dan sudah terjadi …yang semuanya   tidak pernah kita duga sebelumnya. Seiring waktu berjalan, rencana kita kadang tidak sesuai dengan keadaan dan kesempatan, malah kadang berbelok ke arah lain, dan dalam waktu yang bersamaan, kesempatan bisa datang tanpa di undang, yang harus kita tangkap, kita perjuangkan dan  bahkan kita pertahankan. Contohnya ya rumah kita ini, kita juga melihatnya sebagai sebuah kesempatan. Kesempatan dan tentunya nikmat supaya kita bisa hidup to the fullest di negara ini, Amerika. Negara yang bukan tanah kelahiran kami, tapi bisa saja menjadi “home” buat kami berdua.

Life to the fullest maksudnya adalah kami ingin benar-benar merasakan “seninya” menjadi penduduk US, bukan hanya menjadi pendatang yang (bisa jadi) hanya atau lebih memikirkan diri sendiri saja atau cuma tahu sedikit  tentang serba-serbi hidup di Amerika.  Ehm iya, walaupun kami udah lama tinggal di Hawaii (sejak 2002) dan pernah juga setahun di Scotlandia, kami (aku khususnya) merasa bahwa phase sekarang agak berbeda. Dula waktu suami masih belajar dan aku kerja ini dan itu…dan kami tinggal di asrama mahasiswa,  kami tidak banyak memiliki “tanggung jawab”. Uang beasiswa, cukup buat bayar sewa satu kamar berdua dan asuransi kesehatan. Boro-boro mikirin asuransi kendaraan, punya mobil tidak bisa..karena bikin SIM pun gak bisa. Biaya makan dan kebutuhan bulanan lainnya, cukup-cukup aja buat berdua. Gak ada cerita buat acara besar dan ngundang sekitar 40 orang, misalnya. Gak ada juga cerita menjamu tamu yang datang ke rumah. Uang beasiswa cukup buat beli buku dan makan sehari-hari, sementara uang gaji kerja cukup buat biaya yang lain2, termasuk tambahan buku buku sekunder, biaya travel, biaya hiburan/nonton, beli baju dan kebutuhan sekunder lainnya.  Semua lancar..aman..simple.

Nah sekarang, agak berbeda. Karena kami tidak berpikir tinggal disini hanya “singgah semata”, banyak hal yang dulu tidak kami pikirkan dan ketahui, sekarang menjadi perhatian kami.  Agak menantang, tapi kami enjoy melakukannya.  Kami jadi banyak belajar dan berharap semoga…semuanya bisa bermanfaat di kehidupan kami selanjutnya. Nah hal yang menatang tapi fun itu diantaranya adalah… kemestian kami untuk  tahu tentang bagaimana cara yang aman dan mudah membayar  kebutuhan hidup sehari-hari, gimana mencari asuransi yang pas dan baik untuk rumah, kendaraan dan juga kesehatan, gimana mencari cara dan pengetahuan untuk bisa membetulkan sekaligus merawat rumah (gak pake bayar2 tukang karena muahal!), gimana  bisa menyetir  sendiri kesana kemari, gimana mengerti hal-hal yang sifatnya hukum/legal , dan tentunya harus tahu bagaimana pajak ini dan itu berlaku. Sementara soal mencari  makanan, masih agak sama..dulu atau sekarang, kita berusaha cari yang sehat, baik, dan pas di kantong. Nah khusus untuk makanan, sekarang kami harus menimbang-nimbang…apa perlu punya “costco card” misalnya (wholesale grocery yang murah), dan apa perlu mengumpulkan kupon2 potongan belanja? — Aih, kita belum putuskan yang ini.

Selain itu semua, tentunya..kita juga mesti belajar pinter2 bergaul sama orang-orang disini. Baiknya ya belajar terus menerus bagaimana supaya kita bisa di terima disini… dan supaya kita juga bisa menerima mereka. Kita belajar terus supaya bisa hidup bersandingan dengan nyaman, saling menghormati, dan tentunya saling membantu, tanpa “merepotkan”.  Dulu, Alhamdulillah, hubungan ku sama kawan2 di kantor (semoga..) baik2 saja, pas kuliah juga baik2 ajah. Yah dimana2 sama aja, manusia ada aja yang bae, yang jahat, yang nyenengin, yang nyebelin, de el el and de es te. Semua tergantung sama kita aja, karena apa2 bisa jadi susah kalo dibawa susah.

Prinsipku dalam bergaul…ya berusaha untuk genuine,  berusaha gak nyusahin temen, berusaha sensitif atau gak mau usil sama urusan pribadi (agama, seksual, keluarga, keuangan, pendidikan) sampe orang tersebut ngerasa nyaman buat berbagi, berusaha untuk mencari kesamaan (bicara soal kuliah sama yang kuliah, bicara soal duit sma yang punya duit, he he), dan berusaha untuk tidak memaksa atau menghakimi dalam hal apapun. Masing-masing orang punya filosofi hidupnya sendiri-sendiri, yang tentunya sangat di warnai oleh latar belakang keluarga, lingkungan maupun pendidikannya. Aku menghormati setiap-nya, bukan kapasitasku untuk menghakimi, karena itu urusan Allah semata. Tapi tentu kalao aku dimintai saran atau pendapat akan sesuatu, aku akan berusaha jujur dan tidak akan memaksakan filosofi hidupku pada orang lain. Aku tidak akan pernah sempurna, aku hanya bisa berusaha.. dan aku mau terus belajar..dari siapapun, di manapun dan kapanpun.

79 thoughts on “Seni hidup di Amerika (sebagai mahasiswa, pekerja, dan atau penduduk)

  1. hai teh Neneng,
    Salam kenal yah….aq lagi cari tau banyak nih living in us….menarik juga ceritanya tapi kurang komplit.Oiya aq bakal pindah ikut suami sekolah ke Michigan…tapi aq dah bw 2 anak,hm….bakal repot ya?Bole bagi donk triks and tips spy gaji kantor cukup unt hidup….thx ya

    • Makasih sudah mampir Vita. Selamat ya atas studi suami. Ehm.. Salah satu tip yang mujarab adalah jangan sering jajan di luar rumah. Masak sendiri dan buat makanan sendiri, selain sehat…lebih murah ketimbang makan di restoran…(:

  2. hi.. neng…., Salam kenal… dari jogjakarta..

    sblm-nya aku setuju sama vita.. ceritan kmu kurang lengkap…., but…. menarik juga ceritanya….

    aku mel.. dari jogja.. rencananya.. aku akan ikut H2B… tuk working disana.., tapi aku masih sedikit ragu….tolong bagi2 ceritanya donk….

    Aku ada beberapa pertanyaan…, bolehkan berbagi cerita ttg gimana hidup di State…
    1. Cerita ttg hal2 yg menyedihkan dan paling sulit yg dialami di US?…
    2. Dalam pergaulan…ada tdk mereka bergaul dengan memilih/ menggolong2kan ttg ras/agama..?
    3. Apakah Sulit dapat pekerjaan tambahan disana?
    sebelumnya… aku ucapkan trimakasih…

    • Hello Intan, salam kenal juga. Makasih atas koreksian membangun dan pujiannya.
      Soal pertanyaan Intan, aku hanya bisa jawab berdasarkan pengalamanku saja, itupun secara umum.

      Menurutku, dimana-mana manusia ya sama saja. Ada yang baik, yang faham, yang tidak perduli bahkan ada yang rasis. Semua tergantung kita menyikapinya, ya santai saja, jangan sampai hal-hal beginian buat kita merana terus menerus selama tinggal di negeri rantau. Kalao pekerjaan semua juga tergantung jenis dan background yang orang melamar. Pekerjaan yang lebih banyak menggunakan tenaga, misalnya, sepertinya lebih mudah dijangkau, asal ada ijin bekerja di US.

      Kesulitan? Ehm..”home sick” kali ya..

  3. Hallo, salam kenal

    Aku dari malang jawa timur, sama dengan VIta dan Neneng, banyak situs aku kunjungi, sedikit yang mau cerita pengalaman di amerika.
    Aku juga punya rencana mau ke Amerika.
    pertanyaanku.
    1. Apa susah mencari kerja di Amerika.
    2. Pekerjaan ku di indonesia finance Supervisor, apa susah mencari yang
    kantoran
    3. Apa memang benar ada jaminan, jika kita masuk ke amerika legal,
    berhubungan dengan pekerjaan.

    Sebelum dan sesudahnya thank’s berat…..

    • Hello mas Winarto,

      Saya hanya bisa share berdasarkan pengalaman saya saja ya mas. Jawaban saya bisa sangat subjektif tentunya. Kalau seseorang sudah mempunyai izin kerja, seperti saya dulu ketika datang ke Amerika sebagai pendamping suami yang pelajar, mencari pekerjaan yang sifatnya “labor”, tidak begitu sulit. Tapi kalao kesempatan bekerja sesuai latar belakang pendidikan atau pekerjaan kita dulu, jawabannya tergantung. Tergantung si pelamar dan tempat bekerjanya juga.

      Yang saya tahu, memang ada visa bekerja, tetapi itu kalo seseorang sudah dipanggil atau diterima bekerja di US. Semoga manfaat, Makasih sudah mampir ya.. And Sorry for late response. Salam kenal!

  4. Hi Teh,

    aku senang membaca crita kehidupan n hal-hal apa aj yg patut diputuskan n dibuat utk bisa hidup ‘berdampingan’ dgn warga ‘sono’.

    sebenarnya aku sampe ke blog teteh dari googling soal “bagaimana cara bisa tinggal di amerika”, soalnya aku pengen skali bisa tinggal n berkerja (atw bisnis at home) di amerika. tapi pengetahuan soal ini masih nol.

    mungkin teteh bisa bantu gimana cara yg tepat utkbisa ke amerika.

    oya teh, aku mo nanya. misalnya aku mo tinggal di amerika dgn alasan bisnis (at home) di amerika bisa gak ya? kalo bisa, tolong di kasi tips-nya via email aj ya teh. tapi bisa juga kalo teteh bikin artikelnya di blog ini, tolong aku di kasi tau by email. makasih sebelumnya.

    • Hello,

      Thanks udah mampir. Ehm…saya tidak punya pengalaman yang bisa di share untuk bisnis di Amerika. Ma’af ya. Semoga ada jalan lain untuk dapat info ini. Saya dan suami ke Amerika awalnya karena suami sekolah, kemudian disusul saya, dan kebetulan sekarang suami sedang bekerja dulu untuk beberapa lama. Semoga sukses!

    • Untuk datang ke Amerika dengan alasan bekerja, Anda harus menunjukkan bukti bahwa akan ada minimal satu di antara berikut ini.
      1. Uang kepemilikan Anda atau perusahaan Anda dalam jumlah cukup (minimal dalam jumlah ratusan ribu US dolar) disertai dengan formulir keimigrasian yang telah diisi dan disetujui oleh pihak konsulat Amerika
      2. Adanya undangan dari perusahaan di Amerika, disertai dengan jumlah kepemilikan uang yang cukup (seperti halnya uang saku dalam jumlah minimal ratusan atau ribuan US dolar)

      Tanpa satu atau dua hal diatas, pilihan Anda untuk datang ke Amerika dengan alasan bekerja akan sangat sedikit (hampir nol). Hal yang mungkin Anda lakukan adalah penjajakan kerjasama dengan perusahaan Amerika sebelum berencana untuk datang ke Amerika.

  5. hai kenalin. aku dari carson LA, emg hidup amrik enak, well kalo udah ckp lama, gak kyk prtama dtg dulu hrs tinggal di Watts hwuaaaa… byk gak enakx, geng2 tp itu dulu

  6. trimakasih buat jawabannya, saya yakin dalam waktu dekat , saya bisa share langsung di US.

    good luck ..

  7. halo mbak

    aku mendapatkan beasiswa s2 ke amerika , insyaAllah berangkat agust 2012. cuma sayangnya beasiswa ini tidak boleh membawa suami ke sana. gimana ya mbak supaya saya bisa membawa suami ke sana

  8. …mbak neneng, beruntunglah sampean sungguh sungguh di negeri yang selama ini baru menjadi ‘mimpi’ sementara orang, termasuk ane…
    dari diskripsi sampean, setidaknya tlah membantu gambaran bagamaina seharusnya orang bersikap/menyikapi orang lain yg beragam kultur, ras, dan macem2 lagi… (ini yg seharusnya berlaku bukan hanya di amrik saja, tapi juga di negeri sendiri)
    …saya beberapa tahun lalu iseng dafar melalui google : sampai hari ini saya sering memperoleh kiriman via email perihal grand card (undian wilayah asia), bertajuk : live and work in usa yang waktunya bisa 2,4 sampai 6 tahun…bersama keluarga….

    Oke semoga mbak neneng dan yang lain bisa justru menjadi duta efektif positif bangsa di amrik…sementara saya meneruskan mimpi mimpi di negeri sendiri…hehehe

  9. aku ingin sekali tinggal & bekerja di amerika dalam waktu yg lama, tetapi status kewaganegaraanku pengennya tetap warga Indonesia..
    bagaimana caranyanya ya???
    terima kasih…

    • Makasih sudah mampir. Ma’af, saya lama tidak mampir di blog saya. Saya tidak punya pengalaman seperti itu pak. Kami datang ebagai mahasiswa, saya dan suami, kemudian suami ada ada kesempatan “bekerja” untuk sementara waktu saja. Salam, semoga dapat jawaban dari sumber lain ya.

    • Caranya sederhana, yaitu tidak mengalihkan kewarganegaraan; sehingga tetap berwargakenegaraan Indonesia. Pilihannya adalah menjadi pemegang Green Card, yaitu menjadi penduduk tetap namun bukan warganegara Amerika Serikat.

      Menurut saya, Anda tidak perlu berpikir terlalu jauh. Rencanakan dulu secara matang untuk minimal bisa hadir ke dan tinggal di Amerika. Setelah Anda melampaui proses tersebut dan tetap berkeyakinan untuk selalu berada di Amerika, menjadi pemegang Green Card adalah langkah berikutnya🙂

  10. Hi, Mba Neneng. salam kenal. udah lama ya tinggal di amrik. saya pendatang baru nih, mudah2an bisa share pengalaman (saya mau rajin mampir ke sini) salam– maryam

  11. paragraf terakhir itu baus sekali…
    ada petuah filosofi jawa yg artinya begini : …(punya) teman seribu kurang banyaknya, musuh satu (andaikata ada), kebanyakan jumlahnya…

  12. Hallo mba salam kenal
    Aku jg pernah kerja di amerika di florida sebagai seaman di disneyland cruise.. Tp sayangnya aku balik lagi keindonesia.. Baru 4 bulanan . Aku kepingin banget kerja di amerika tapi di daratnya
    Kira2 ada petunjuk bagi saya untuk melangkah.
    Saya ada visa amerika masih berlaku 4th
    Trims

    Andri

  13. riverside gimana kondisinya? penduduknya campur gak? aku juga mau move, plan sih ke garden grove soalnya banyak asia nya dan agak dekat pantai.

  14. teh neneng, mau nanya n,
    sblm ke amerika, suami sama teteh sudah pernah bekerja atau belum? Atau langsung menikah?

  15. Mbakk , saya baru akan berenaca ke usa.. sekeluarga , dan lagi cari tau ttg hidup disna. kalo mencar rezeki mah psti bisa ya.. saya punya msalah di bahasa, kurang begitu fasih, apa itu akan jadi kendala kah ?

    • Keterampilan berbahasa memang harus terus di asah lewat praktek. Seiring waktu berjalan, saya rasa siapapun, kalau terus mau belajar dan mempraktekkan bahasa asing yg dipelajarinya, ia akan semakin pandai, dan percaya diri. Tetap semangat yaa…:)

  16. halo mbak neneng salam kenal. sy ingin bgt breaktrough dlm hidup. pengen kerja apa aja di us. ada kenalan penyalur tenaga labour kah di us? sy pernah dgr cerita dr teman ttg temannya yg krj di us. visa nya cuma visa liburan 6 bln. dimanfaatkan kerja kasar di us lewat outshourcing yg kebetulan baik. tiap 3bln dia pulang ke indo utk perpanjangan visa. bisa bantu sy dpt info penyalur kerja spt itu mbak? thanks a lot…

  17. Haiii mbak neneng apa kabar? Salam kenal aja. Mmm ceritanya menarik mbak. Saya juga mau cerita dikit dan minta saranya dari mbak neneng. Saya bekerja dikapal pesiar milik US. Pekerjaan saya ini sangat berat dan melelahkan gaji pun juga kecil. Sebenarnya saya sudah lama berkeinginan bekerja didaratan amerika. Saya berkepikiran mau lari dari kapal terus mau tinggal di US. Bulan febuary kemarin saya habis kontrak dan saya turun dari miami dan itulah cara saya mau lari. Karena saya masih takut dan tidak tau hukum mengenai ilegal di US saya pun akhirnya tidak jadi tinggl di US dan memutuskan pulang ke indonesia. Tapi 2 minggu lagi saya join lagi dikapal pesiar itu dan saya berkeinginan lagi untuk lari dari kapal dan tinggal di US jika saya habis kontrak 8 bulan dikapal. Pertanyaan saya apakah saya bisa mendapatkan pekerjaan yg layak di US dan mendapatkan hak perlindungan atau gaji yg setara dan tidak diperlakukan kasar walaupun saya seorang ilegal. Sebelumnya terimakasih banyak mbak. Sukses selalu

  18. Halo sist.
    Nama saya Ifa, saya masih SMA tpi sy itu ingin kuliah si Amerika, sdh cri info sana sini sejak saya SMP . Tpi sy ga ngerti masalah ngurus visa itu gmna? Tau gak? Mhon bantuannya🙂

  19. Salam kenal Mba Neneng, blognya sangat menarik.
    Saya Fauzi new comer di Amrik
    Saya baru saja pindah ke chicago utk studi S2 di Illinois Institute of Technology
    Saya sudah berkeluarga dan mempunyai 1 anak
    Rencananya saya ingin membawa istri dan anak saya ke amrik utk menemani saya saat kuliah selama 2 thn
    Saya ingin menanyakan beberapa hal:
    Apa saja dokumen2 yg harus saya siapkan utk permit bagi istri dan anak saya?
    Dan yg plg penting Bagaimana mengenai health insurance? Apakah saya dpt menggunakan health insurance yg ada di Indonesia jg?
    Krn saya sempat tanya di bagian health di kampus saya di amerika utk Spouse $15,000an dan Infant $7,000an setahun (cukup mahal utk saya).
    Tks infonya.
    Salam.

    • Salam Fauzi, Selamat ya!!

      Saya J2 ya waktu itu. Ikut suami yang dapat beasiswa. Asuransi keluarga waktu itu ditanggung pemberi beasiswa. Kalau anda F1, saya tidak tahu pasti informasinya. Nah kalau syarat2 visa untuk J2 ada kok di Website kedutaan Amerika. Good Luck!

  20. Nggak kebayang kalo kuliah di amrik pas pertama susah untuk beradaptasi di lingkungan sana. Terutama masalah makan di amrik dan indonesia sudah berbeda makanan pokok, jadi aku rasa kita harus menyesuaikan diri dengan waktu yg panjang, tapi di balik semua itu pasti menyenangkan jika terbiasa contohnya teman_teman yang disana semuanya membagikan cerita2X yang fun.
    Terimakasih infonya.

    • Soal makanan, kemungkinan saat di Amerika Anda akan menjadi juru masak ahli walaupun saat di Indonesia tidak bisa masak sama sekali dikarenakan keterpaksaan untuk makan sesuai selera. Namun masih banyak pilihan makanan non-Indonesia yang bisa sesuai dengan selera; makanan Amerika Tengah dan Selatan, makanan Arab dan Timur Tengah, bahkan makanan Amerika. Intinya adalah Anda tidak boleh takut mencoba dan selalu beusaha🙂

  21. kakak, adaptasi di us ternyata susah juga ya. saya baru sebulan disini karena ikut orang tua pindah dan mau nglanjutin SMA disni, insyaallah bulan depan. mau tnya, orang-orang dsini sifatnya kaya gimana? terus mereka selalu pilih-pilih dalam bergaul atau tidak?

    • Dimana-mana orang sama saja, ada yang baik dan suka berteman dengan siapa saja, tapi ada juga yang pilih-pilih atau rasis kerana ketidak tahuan misalnya. Mereka cukup terbuka, bicara apa adanya. Nisa cukup menjdai diri sendiri saja, jangan takut membuka diri, dan tentu harus terbuka/bicara dengan keluarga bila ada hal yang mengganjal. Semoga sukses ya. selamat sampai di Amerika

  22. Hallo kak, aku masih anak smk nih, rencananya setelah lulus mau pindah ke US. Aku belum terlalu tau gimana kehidupan dan belajar disana😦
    Minta sarannya dong supaya aku sedikit punya pengetahuan atau apalah untuk mulai. Makasih kak

    • Hallo Dina, membaca buku-buku tentang budaya dan sistem pendidikan di Amerika adalah salah satu bekalnya. Setelah itu harus siapkan mental, dan pikiran yang terbuka dan positif agar bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

  23. Thanks banget buat infonya… Bu Neneng bisa di infokan untuk sewa aprtnm disana dikisaran brp ya perbln… krn saya sama suami ada rencana mau ke USA dlm waktu akhir thn ini..

    • Selamat ya, semoga lancar. Biaya sewa apartemen tergantung lokasi dan lain-lainnya. Paling murah satu kamar, mungkin ada yang $700. I am not too sure. Property market is always changing. Silahkan, bias coba browse di internet untuk menacer informasi. Salam

  24. Hallo Neneng, kalau produk2 Indonesia di Amerika kira-kira apa banyak yang nyari gak ya ?
    Saya tertarik utk jd supplier nya kalau memang ada yg membutuhkan🙂

  25. Hallooo teh Neneng..🙂
    Nama saya Nurul, dari Subang, Jawa barat.
    Pengalamannya sangat menarik dan saya menyukainya.. Kebetulan sekali, saya kan masih pelajar, tapi saya punya cita-cita buat kuliah di Amerika, saya sangat berharap ada program beasiswa teh, karena memang kan kuliah di Amerika itu tidak membutuhkan biaya yang sedikit. Hihihi😀
    Oh ya teh mau tanya-tanya seputar kuliah di Amerika, caranya gimana ya biar dapet beasiswa disana? Kayanya ribet deh, harus ini harus itu, hehehe😀
    Mohon share kembali ya seputar kuliah dan cara masuk universitasnya. Hehe. Terimakasih teteh🙂

  26. Terima kasih Teh Neneng,,, Saya juga seorang yang terobsesi untuk bisa tinggal di Luar Negeri, “get a job and have a small family in USA”, masalahnya apa bisa model saya ini untuk dapat kerjaan di Amerika ? hanya lulusan UT (Ilmu komunikasi) “da aku mah apa atuh” bisa sekolah saja sudah uyuhan apalagi buat pergi dan tinggal di Luar Negeri, makanya sampai sekarang saya masih melajang dengan pemikiran supaya nanti ada kesempatan buat ke USA, saya gak banyak pertimbangan langsung tancap ke Amrik….tapi….mimpi cuma mimpi…kesempatan itu tak pernah saya raih.. alhasil jomblo pun menahun………..trims semoga ada pencerahan..Hatur Nuhun

  27. Hi mbak Neneng
    Saya kebetulan Google pengen cari info Apakah ada orang Indonesia yg tinggal di Hawaii dan disini saya ketemu tulisan mbak. Apakah masih tinggal di Hawaii?

  28. Salam kenal mbak….saya bu gun …seorang guru smp di jawa tengah..anak saya berniat mencari beasiswa ke US,apa uang beasiswa itu cukup untuk biaya hidup,ada ndak pekerjaan paruh waktu untuk mahasiswa S2? Di Us kita kan tdk punya siapa2…kalau ada sesuatu yang sulit siapa yang paling bisa dimintai tolong?mohon penjelasannya ….terima kasih

  29. Halo Teh,
    Saya Brenda dari Jakarta. Saya mau tanya untuk living yang lebih baik di NY atau Hawaii? review yang saya dapat living cost Hawaii lebih tinggi 30% dibanding metropolitan. Saya belum pernah menginjakkan kaki di America. Saya ingin sekali tinggal di sana. Ada saran yang baik untuk pemula seperti saya? Terimakasih sebelumnya sudah membalas comment saya.

  30. Assalamualaikum
    Salam kenal mbak, saya berencana studi Master di UHM Hawai tahun 2017.
    beasiswa saya sifatnya parsial, artinya tidak mengkover semua kebutuhan terutama living cost.
    nah kira kira adakah potensi sumber pendapatan yang bisa saya dapatkan selama disana sambil saya kuliah ? kalau ada, jenis pekerjaan seperti apa apakh ‘serabutan’ atau bagaimana hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s