Kontemplasi

Menerawang aku, mengingat kembali masa lalu, yang lewat dimakan waktu
Menembus batas tahun, bulan, dan hari. Penuh keramahan dan sesekali debu

Mengembara aku, ditemani rindangnya pohon, mekarnya bunga, dan ranumnya buah
Hijaunya rumput dan bebukitan, indahnya kicauan burung dan hangatnya matahari
Semua berlomba memamerkan keindahan, mengajakku menari di rumahku sendiri

Sekarang aku ada di suatu masa, dikitari perhiasan dunia yang berlimpah
Dimana aku tak perlu lagi menawar, apalagi menggadaikan peluh keringat
Hanya digiringnya aku pada perenungan akan diri, hidup dan kehidupan

Aku jadi terdiam, hatiku bergantian berdesah, berkata, bahkan berteriak
Melafazkan jelas-jelas kalau aku tidak mau terbelenggu sang nikmat fana
Apalagi sampai tersungkur, melemah, tak mampu terbangun dan terhinakan

Aku takut kelalaian, karena semangatku beramal dan belajar masih berkobar
Aku masih cemburu akan kepintaran, keikhlasan, kesederhanaan, dan kearifan
Para kekasih hati-MU yang lebih dulu sudah Kau rindu, peluk, dan Kau cinta

Lidahku sungguh tidak akan mampu menyebut semua nikmat dariMu satu-satu
Aku hanya mampu memohon agar Engkau Tuhan, tidak bosan temani aku
Untuk bisa mensyukuri dan menggunakan nikmatMU dalam ridho dan mauMu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s