Tentang Orang-orang tua (Elderly People), di Indonesia dan luar negeri

Akhir-akhir ini aku jadi sering memperhatikan orang-orang tua, baik di tempat yang aku kunjungi; Edinburgh, Hawaii, California, maupun di Indonesia. Orang-orang tua memang menarik buatku, entah kenapa tiba-tiba rasa ‘sayang’ dan ‘hangat’ muncul bila ada di dekat mereka. Suara, nada bicara, gaya, apa yang mereka bicarakan, bahkan penampilan mereka pun buat aku betah berlama-lama ngobrol dengan mereka.

Aku mendefinisikan orang tua adalah mereka yang umurnya paling muda 60 tahun sampai menjelang 102 tahun. Di usia itu, masing-masing mereka memiliki kemampuan fisik dan otak yang berbeda-beda, (sudah tentu begitulah adanya manusia). Tapi yang pasti, setiap kali aku memperhatikan atau berhubungan langsung dengan mereka, aku mendapatkan pengetahuan dan pelajaran hidup.

Salah satu pengetahuan yang sebelumnya tidak mampir dikepalaku adalah bahwa “orang tua paling merasa SEDIH bila mereka tidak lagi dibutuhkan oleh keluarga atau masyarakatnya”. Sekarang, aku jadi lebih faham kenapa banyak orang-orang tua di luar negeri yang menjadi sukarelawan di berbagai tempat seperti di organisasi non profit, perpustakaan, atau rumah ibadah. Dulu aku fikir, mereka hanya sekedar mengisi waktu saja, tapi ternyata..ada hal lain yang jauh lebih penting dari itu,yaitu memenuhi kebutuhan mereka untuk bisa dibutuhkan, bisa memberi manfaat pada orang lain.

Kalau di Indonesia, sebagian dari mereka (biasanya yang agak berlebih) memang ada yang mendedikasikan diri maupun hartanya untuk kepentingan sosial, seperti menjadi ketua yayasan pendidikan, rumah yatim piatu atau aktif di lingkungan masyarakat sekitar. Tapi kebanyakan dari mereka tidak melakukan itu. Bagi yang tidak memiliki uang pensiun misalnya, dan hidup tergantung dari anaknya, mereka biasanya tinggal dengan anak-anak mereka, sambil menjaga cucu, dan sesekali aktif di masyarakat, seperti ikut serta di pengajian atau PKK di lingkungan terdekat. Tentu saja ini adalah wujud dari pemenuhan kebutuhan diri mereka. Tapi hal yang harus diperhatikan dan kadang tidak terfikirkan adalah, apa benar mereka puas dan senang bila sebagian besar hari tua mereka di isi dengan mengurus cucu?. Tentu saja, ikatan seorang cucu kepada nenek atau kakek nya sangat erat sekali, kasih sayang mereka tidak perlu diragukan, tetapi hal itu tidak berarti bahwa mereka ikhlas dan seneng terus untuk menjaga cucu terus menerus.

Aku berani mengatakan hal ini karena aku banyak mendengar dari ibuku bahwa ada beberapa kawannya (yang notabene sudah nenek-nenek) mengeluh kelelahan karena menjaga cucu setiap hari. Aku yakin, seorang nenek tidak akan sampai hati mengatakan langsung pada anaknya kalau ia kelelahan mengurus cucu setiap hari. Pelajaran ini menjadi penting buatku untuk melihat orang tua sebagai seorang individu. Aku sekarang lebih faham bahwa orang tuapun ingin memiliki waktu pribadi nya sendiri untuk bisa melakukan hal yang mereka suka, atau yang ingin mereka lakukan di usia pensiun mereka.

Bahkan di luar negeri sekalipun, aku beberapa kali mendengar cerita atau pengakuan kalau memang orang tua senang sekali dikunjungi cucu tetapi mereka tidak mau bila harus tinggal dengan cucu atau anak mereka sendiri dalam satu rumah. Mereka memilih hidup sendiri saja, apalagi kalau mereka merasa bahwa mereka masih mampu mengurus diri mereka sendiri.

Hal lain yang aku jadikan pelajaran adalah tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik sedari muda. Sekarang, aku bisa ajah cuek..makan segala-gala, dan gak mau menggerakkan badan. Tapi ternyata, ini bukan hal enteng, karena kesehatan adalah harta, dia mahal sekali harganya. Semua cita-cita bisa hancur bila badan kita sendiri sakit. Kesehatan di masa tua adalah cerminan masa muda yang sehat . Kalau bisa, kita tidak hanya memikirkan kesehatan fisik semata, kesehatan jiwa dan fikirpun mesti kita jaga, dan kalau perlu kita perbaiki sepanjang waktu. Nah kalo semuanya seimbang, insyaAllah aku merasa dan berdoa masa tuaku akan baik, Amin ya Allah.. (hehe, jadi doain diri sendiri).

Aku memang kagum sekali dengan orang tua yang memiliki kesehatan prima. Contohnya adalah ibu kos ku waktu di Edinburgh dulu. Beliau berumur sekitar 75 tahun dan tinggal sendirian. Di usia senjanya dia masih mampu mengurus keperluan sehari-harinya sendirian, dan pada saat yang sama masih aktif menyulam dan membuat kerajinan tangan lainnya. Tidak hanya beliau, ketika aku di bis, di supermarket, atau di tempat-tempat umum lainnya, aku sering melihat orang-orang tua berjalan sendirian, untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka. Di Hawaii, salah seorang kawan di kelasku adalah juga seorang nenek-nenek berusia 70 tahun. Ia memutuskan untuk ikut kelasku, untuk belajar lagi katanya. Subhaanallah ya..usia tua, tapi semangat masih menyala, aku kagum..sekali!

Nah tentu saja sikap orang tua dan bagaimana masyarakat memperlakukan mereka bisa sangat berbeda di tempat satu dan lainnya, tergantung nilai-nilai budaya, norma, dan agama yang di anut dan di praktekkan oleh masyarakat tersebut. Keinginan orang tua untuk tinggal dirumahnya sendiri misalnya di Amerika, bisa diasumsikan sebagai tindakan ketidak pedulian anak pada orang tua, atau lebih kasarnya wujud kedurhakaan anak pada orang tua, oleh sebagian masyarakat Indonesia. Orang tua yang masih saja bekerja mencari uang hingga ia sudah merasa tidak mampu lagi, bisa dianggap sebagai orang tua yang hanya mementingkan kehidupan dunia semata. Well, memang betul kok, sebagian manusia banyak yang menilai manusia lainnya hanya berdasarkan dari apa yang mereka percaya dan suka saja. Kadang-kadang, kita manusia memang sering tidak berbuat adil dalam menilai sesuatu; timpang, setengah-setengah, tidak menyeluruh.

Ehm..sementara itu saja yang bisa aku rangkum. Aku memang memperhatikan orang-orang tua, dan aku akan tetap begitu. Aku berharap, berusaha dan berdoa semoga kalau Allah memanjangkan umurku, dan aku bisa sampai ke usia tua, aku bisa hidup dengan baik, seperti apa yang Allah mau saja, hanya yang Allah mau saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s