Deg-degan itu apa?

Deg-degan, sebuah kata sifat yang di ambil dari bunyi jantung dag –dig –dug ini, sudah berulang kali aku rasakan. Dan sepertinya deg-degan ini akan datang lagi dan kemudian pergi lagi. Ia bagaikan irama yang menyertai setiap phase dari kehidupanku, bentuknya tidak jelas, tapi ukurannya bertingkat-tingkat.

Dulu ketika aku masih kecil, dan kebetulan aku sering diminta membaca puisi baik dalam perlombaan maupun acara-acara besar, aku selalu memulai bacaan puisiku dengan rasa deg-degan. Waktu itu aku berfikir, rasa deg-degan itu hanya di rasakan oleh anak kecil saja, dan oleh karena itulah aku sangat berharap untuk cepat menjadi “besar”.

Tapi ternyata sekarang, diusia yang ke 34 tahun ini, rasa deg-degan itu masih saja aku rasakan. Entah seberapa samanya dengan rasa deg-degan ketika aku masih kecil dulu, tapi yang pasti..rasa deg-degan itu selalu muncul pada saat aku akan memulai atau mengerjakan hal besar.

Aku ingat betul, dulu aku deg-degan sekali ketika aku akan menghadapi ujian –ujian sekolah di Darunnajah. UMPTN, ujian skripsi di UNILA, ujian lisan untuk gelar masterku di Hawaii, masing-masing ku awali dengan rasa deg-degan yang hebat. Tidak hanya itu, memulai kerja pun aku mengawalinya dengan rasa deg-degan. Aku ingat betul bagaimana rasanya pertama kali mengajar di tempat kursus Bahasa Inggris di Lampung, di SMU Dwiwarna, bahkan waktu pertama kali kerja di Edinburgh dan di Hawaii. Hampir semua..semua hal-hal besar aku awali dengan rasa deg-degan. Dan sampai hari ini pun, aku merasakan deg-degan di hari pertama aku menjadi sukarelawan di Perpustakaan Umum di Riverside.

Setelah aku fikir-fikir lagi, dan mengilas balik masa laluku, aku berkesimpulan bahwa Deg-degan memang lah rasa yang tidak akan pernah hilang, sampai kapanpun. Tak ubahnya seperti rasa takut, sedih atau gembira, rasa deg-degan akan datang..silih berganti menghiasi perjalanan hidup kita.

Deg-degan bukan lah rasa yang menunjukkan kelemahan atau kepengecutan seseorang. Deg-degan adalah wujud dari kesadaran seseorang akan kekurangan diri, bahwa selalu ada satu persen misteri yang tidak terjangkau oleh alam fikir kita. Deg-degan juga adalah wujud niat kuat seseorang untuk berbuat yang terbaik terhadap sesuatu yang sedang dijalaninya. Ia bisa menjadi tolak ukur kemampuan kita dalam mengerjakan sesuatu; karena bila rasa deg-degan telah hilang, kita sadar bahwa kita sudah ada di zona aman. Dan tanpa rasa deg-degan, rasa puas akan sesuatu yang kita kerjakan ,bisa jadi sulit dirasakan kehadirannya.

Sekarang, di mana aku sudah merasakan deg-degan berulang kali, dan meyakini bahwa aku akan mengalaminya lagi, aku tidak lagi terganggu dengan rasa deg-degan. Aku menikmatinya saja, mengikuti alurnya, dan meyakini bahwa rasa itu akan hilang seiring waktu berjalan, seiring terciptanya kenyamanan dalam diriku dalam menjalankan sesuatu. Menurutku, rasa deg-degan menjadi penting, karena dengan deg-degan yang berulang-ulang, aku tahu aku tidak DIAM. Aku tahu aku ADA, aku BERBUAT, aku BELAJAR, aku BERFIKIR, dan aku mencari serta menghadapi tantangan dalam hidup ini. Buatku, hidup memang bukan cuma untuk diam dan bertahan, hidup adalah menghadapi tantangan…yang selalu di mulai dengan deg-degan. Hidupkan lah hidup kita, warnai lah dengan deg-degan, karena ia memang bermakna. SALAM….!

4 thoughts on “Deg-degan itu apa?

  1. saya lagi deg2an nih, searching alasannya dan ketemu blog ini
    jadi ingat pernah deg2an seperti ini pas mau berangkat ke eropa pertama kali
    semoga memang akan datang sesuatu yang besar
    makasih mbak neneng🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s