Rendah Hati di Jaman sekarang?

Seorang kawan mengingatkan aku akan pentingnya rendah hati di jaman sekarang. Aku yang merasa sudah lama tidak mendengar ulasan tentang pentingnya sifat rendah hati ini, jadi berfikir dan mencoba menguraikan sendiri apa makna rendah hati itu, dan apa yang sebenernya sedang terjadi pada sifat yang satu ini di jaman sekarang.

Rendah hati, dalam bahasa Arab disebut Tawaddu. Dulu, waktu aku di pesantren, istilah ini begitu kental dialamatkan kepada ustadz /ustadzah yang banyak ilmunya tapi sopan, penuh kehati-hatian dan menyejukkan dalam bersikap dan berbicara. Jangankan mendengar mereka berbicara, melihat, atau mendenger namanya pun hati kita terkadang sudah merasakan kenyamanan akan keberadaannya.

Nah, itu di lingkungan Pesantren, lingkungan pendidikan yang sangat mengedepankan pembentukan akhlak yang baik bagi santri-santrinya, dan keteladanan sikap dari para ustadz/ustadzahnya, sifat rendah hati ini memang masih lestari, walaupun mungkin bisa saja mulai berkurang sekarang. Tapi di lingkungan komunitas lain seperti di lingkungan professional ataupun akademis, yang sekarang sudah tidak lagi bisa dibatasi oleh jarak, sifat rendah hati ini makin susah ditemukan, harganya semakin mahal.

Ya, rendah hati memang menjadi “barang mahal” sekarang ini. Aku menyebutnya begitu karena aku berfikir bahwa pekerjaan Allah untuk memilih yang dicinta karena kerendah hatiannya menjadi semakin sulit. Sulitnya mencari orang-orang yang rendah hati membuat Allah mau membayar “harga tinggi” untuk merangkul dan memeluk mereka dalam kasih sayang-Nya. Dan kalau Allah sudah memeluk mereka, aku yakin Allah tidak ingin melepaskan mereka, melainkan menjadikan mereka sebagai kekasih-kekasih Allah selamanya.

Tapi aduhai, walaupun aku tahu begitu mahalnya harga rendah hati ini hadapan Allah SWT, aku juga mengetahui betapa sulitnya di jaman sekarang ini untuk mengedepankan sifat rendah hati. Sekarang ini, hidup dan kehidupan kita berjalan dengan cepat, penuh dengan kompetisi akan pencapaian ke aku-an. Sebagian manusia (tentu aku didalamnya) ikut serta memeriahkan gemercik riaknya keakuan, menonjolkan apa yang sudah di punya, apa yang sudah dicapai, apa-apa yang baik yang sedang di kerjakan, bahkan apa-apa yang baik yang sedang dipikirkan.

Jangankan dalam berinteraksi secara langsung, bahkan dalam berinteraksi secara virtual pun (seperti facebook), sebagian orang “berlomba-lomba” menunjukkan siapa diri mereka. Sebagian (Wallohu A’lam bisshowab), sudah tidak lagi peduli apa efek penunjukkan diri mereka itu bagi orang lain ..yang mungkin saja tidak “seberuntung” mereka. Sebagian, tidak lagi mengindahkan apa penilaian Allah, apalagi memikirkan apa tujuan serta esensi penunjukkan diri yang berlebihan itu.

Dari semua yang aku perhatikan, aku menyimpulkan bahwa dari dulu makna rendah hati sangat erat kaitannya dengan sifat penyerahan diri kepada Allah SWT. Menyerahkan penilaian akan perbuatan, perkataan, bahkan perasaan hanya kepada Allah semata. Dan bilapun kita ingin menunjukkan pada orang lain, apa-apa yang baik sedang kita kerjakan atau lakuka, kita seyogyanya berusaha dengan sebaik-baiknya untuk memilih bahasa, sikap ataupun gambar yang baik dan sesuai, agar maksud baik kita tercapai, dan orang-orang di sekitar kita tidak tersinggung, tidak tersakiti, tapi malah terinspirasi dan tersemangati.

Akhir kata, memang hanya Allah lah yang mengetahui kedalaman hati seseorang. Dia pulalah yang juga paling tahu apa yang yang dimaui seseorang dalam perwujudan akhlaknya. Aku tidak lah layak menghakimi sebagian umat MU. Tapi, aku percayakan kata hati-ku saja, yang kadang bahkan saering salah dalam menilai. Tajamkan mata hatiku Ya Allah, dan tajamkan juga mata hati orang-orang yang soleh dan berusaha untuk menjadi umat-MU yang baik. Di dunia yang penuh dengan kompetisi ini Ya Allah, ajari kami berkompetisi dengan cara yang Engkau suka, di tempat, di jalan, dan arah yang Engkau ridhoi. Salam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s