Berpisah Sejenak

Mataku ini susah kupejamkan, pikiranku pergi
Badanku dekat, tapi hatiku tidak bersamaku disini
Kubayangkan jembatan besar , kokoh, kutapaki
Kuinginkan helicopter pribadi, hebat, menembus langit
Antar aku kesana, pergi, menghampiri kekasih hati

Sepenuh hatiku ingin aku usap keningmu
Setengah matiku, aku ingin peluk tubuhmu
Sekuat hasratku, aku ingin cium bibirmu
TUHAN………., bawa aku kesana, teriakku!!
TUHAN………, kirim langsung DOA dan harapku
Kataku lagi ..jatuh terduduk aku, geram, pilu…

Walau sebesar itu hatiku marah bergemuruh
Aku tetap saja memilih tinggal, tak melaju
Gemuruhku melahirkan keindahan tak semu
Menyakitkan dan pahit tapi terasa semanis tebu
Menggelitik dan menggairahkan cinta dan rindu
Membuatku tak berdaya, penuh rayu dan rajuk
Sambil menikmati rasa menunggu mu pulang, UTUH!

(Riverside, April 4, 2010)

2 thoughts on “Berpisah Sejenak

  1. Ayo Mbak, Mas Ali disusul ke sini. Ayo jalan-jalan lagi di Paris! Sekarang, Paris sedang cantik-cantiknya dengan bunga bermekaran di mana-mana.

    • Semoga lain waktu bisa ya mas, jadi bisa ketemu mas lagi plus kenalan sama Zola dan mbak Syeika. Salam kenal buat istri tercinta nan cantik ya mas, hehe. Terima kasih banyak juga atas “jamuan” nya buat masku ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s