Pertemanan masyarakat Indonesia di Amerika

Tulisan ini bukan berdasarkan riset, tapi sebuah pengalaman saja. Tulisan ini juga tidak bermaksud membuat kotak antara  yang salah dan yang benar. Karena definisi salah dan benar sendiri juga tidak hitam putih. Saya hanya ingin menuliskan apa yang jam-jam belakangan ini saya rasa dan fikirkan.

Berawal dari pengamatan saya pada pergaulan kawan-kawan Indonesia saya di Amerika, wajar bila saya katakan bahwa pergaulan seseorang sangat tidak terlepas dari apa yang mereka percayai sebagai sebuah kebaikan atau tidak. Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya orang Indonesia jangan banyak bergaul dengan orang-orang Indonesia lagi. Menurut mereka, buat apa tinggal di Amerika kalo hanya berteman dengan kawan dari negara yang sama? Tapi di lain pihak ada juga yang sepertinya memang tidak bergaul dengan orang Amerika, karena kenyamanan dan sentuhan silaturrahmi hanya bisa mereka temukan di kalangan orang Indonesia saja.

Tentu saja, sebagai manusia dewasa, masing-masing orang berhak memilih dan melakukan apa yang baik menurut mereka. Apalagi masing-masing orang pasti memiliki alasan yang berbeda-beda untuk menentukan lingkaran pergaulannya. Tapi menurut saya, memilih dan melakukan yang dianggap baik, bukanlah konsep yang statis. Seseorang tidak bisa mengusung sebuah konsep yang tidak statis tanpa mau  untuk terus peduli, empati, belajar tentang orang lain, dan bergaul dengan banyak orang, sesama orang Amerika dan/atau dengan orang Indonesia sendiri. Alqur’an sendiri menjelaskan bahwa memang manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling kenal mengenal.

Untuk menjadi saling kenal, maka batas identitas manusia untuk dapat berteman tidak lagi penting. Darimana mereka berasal, apa pekerjaan mereka, apa agama mereka, dan bagaimana kehidupan sosial dan ekonomi mereka bukan menjadi ukuran seseorang untuk memilih dengan siapa akhirnya mereka akan berkawan dengan mesra. Buat saya, sepanjang seseorang yang berbeda dengan kita secara identitas duniawi itu tidak menghina apalagi menghujat, tidak merepotkan, dan menunjukan respect (penghormatan) dan apresiasi yang wajar akan keberadaan kita, seyogyanya semua mereka berpotensi untuk menjadi kawan kita.

Pertemanan buat saya, adalah proses yang natural. Iya tidak bisa di kotak-kotakkan duluan sebelum akhirnya ada pertalian chemistry antara seseorang dengan orang yang lainnya. Sebuah chemistry pertemanan bisa terjadi antara sesama oang yang berasal dari bangsa yang sama, atau berbeda.  Pertemanan akan berjalan alami, sepanjang hati dan fikir keduanya terpaut. Sangat tidak adil buat saya bila seseorang memberikan asumsi negatif pada kelas/bangsa tertentu tanpa mengenal dan mencoba bergaul dengan mereka dulu. Buat saya, manusia dimana-mana sama saja, walaupun betul sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh budaya sekitar. Tapi sungguh, nilai budi buat saya adalah nilai yang universal.

Nilai budi yang baik akan mendasari pertemanan yang indah, yang tanpa seseorang diantara keduanya merasa “terhina”, terabaikan, atau terdzolimi. Prinsip keadilan dalam pertemanan juga sebaiknya di jaga. Tidak melulu seseorang hanya menerima saja dan sibuk menceritakan dirinya saja, tanpa mau memberi dan mendengar. Pertemanan itu sifatnya natural, hanya hati yang bersih dan fikiran yang sehat dan terbuka lah yang akan membangun sebuah chemistry. Banyak kok saya melihat pertemanan yang indah yang saya amati di Amerika ini; antara sesama orang Indonesia maupun dengan orang Amerika, pun saya sendiri merasakannya. Wallohu’Alam Bishowab!

2 thoughts on “Pertemanan masyarakat Indonesia di Amerika

  1. hhhmmm… pembahasannya mendalam banget teh… sebenarnya ada pengalaman apa sih kok teteh critanya agak sedikit sentimentil gitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s