Can’t Complain alias tidak ada yang bisa dikeluhkan

Senin pagi ini masih terngiang-ngiang di telingaku jawaban seorang kakek terhadap pertanyaan rekannya tentang kabar dirinya, “can’t complain”, begitu jawabnya, yang artinya “sangat baik atau tidak ada yang pantas saya keluhkan”. Saya yang kebetulan duduk disampingnya tidak hanya tersenyum mendengar jawaban si kakek tersebut, tapi terkesima dan takjub. Jawaban si kakek itu benar-benar membuat waktu-waktu saya kemudian menjadi semakin terasa indah.  Dia telah memberikan energi positif buat saya, dan membuat saya kembali merenung.

Kenapa? Karena saya tahu betul bahwa si kakek itu yang kebetulan adalah tetangga saya bukanlah orang yang sehat badannya. Sudah hampir tiga tahun belakangan ini dia terkena penyakit Parkinson. Penyakit yang membuat beberapa urat syarafnya tidak memungkinkan ia untuk melakukan aktifitas sehari-hari dengan mudah. Jangankan untuk hal besar, memasukkan makanan ke dalam mulutnya pun ia harus mengeluarkan energy dan upaya yang tidak sedikit.

Joan, istrinya yang juga tidak kalah hebatnya, dengan penuh cinta dan ketelatenan membantu Clive, begitu namanya, untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Joan bilang, banyak hal yang harus dia kerjakan sendiri di rumah tanpa bantuan Clive, tapi walaupun begitu, ia masih memuji Clive dengan mengatakan bahwa Clive berusaha mungkin sekuat hati dan raganya untuk tidak merepotkan dirinya. Sikap Clive yang ingin melakukan sesuatu semampunya, dan tidak suka mengeluh membuat saya terkagum-kagum dan menaruh respek yang luar biasa. Orang “sesakit” itu, pantang mengeluh, ammboooiiiii, malu hati rasanya kalo kita melihat keadaan diri kita sementara kita sering mengeluh? Bukan hanya itu, setiap kali saya dan suami berkunjung ke rumahnya, Clive memang tidak pernah kelihatan mengeluh, ia masih bisa bercanda, dan ikut serta dalam perbincangan.

Anyway, Kata-kata, “can’t complain”, sekarang menjadi favorit saya. Dalam bahasa Indonesia sepertinya memang belum ditemukan padanan katanya yang lazim di gunakan orang. Mungkin ekspresi itu bisa di terjemahkan menjadi, “tidak ada yang bisa aku keluhkan”, seeprti yang saya tulis di dalam judul. Tapi ehm….sepertinya memang kurang lazim digunakan ya? Tapi sudahlah,….kata-kata kan tidak harus sama bentuknya, yang penting makna nya sama.  Semoga Allah membimbing kita menajdi pribadi yang pandai bertutur dan bersikap. I CAN’T COMPLAIN, hehe….Salam hangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s