Cukup

Terowongan itu gelap, tapi aku masih melihat cahaya kecil disana

Ia tak bergerak,  tapi aku tahu ia bernyawa,  memanggil  ku tanpa suara

Ia menyimpan misteri, menyelimutiku dengan resah sekaligus harapan

Aku dibuatnya menjerit dalam hati, hingga mengeluarkan satu kata, cukup

 

Aku putuskan untuk cukup menggantungkan harapanku tinggi-tinggi

Tapi tidak aku cukupkan untuk terus berharap peduli Tuhan menghampiri

Orang bisa bilang aku menyerah, tapi sebenarnya aku masih tegak berdiri

Hanya berbelok ke arah lain saja, menelusuri  jalan yang juga misteri

 

Cukupku bukan berarti mengalah, melemah, apalagi membuatku gila

Cukupku bukti penerimaanku pada yang lama tidak aku akui dan lihat

Cukupku menjemput harapan lain, yang tidak kalah indah dan mulia

Cukupku masih bersama cahaya, menggenggam sampai memeluknya

 

 

3 thoughts on “Cukup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s