Merayakan Ulang Tahun versi Amerika?!

“Neneng, ini undangan ulang tahun Ryan untuk Inas”, kata April sambil menyodorkan amplop putih bertuliskan nama Inas. “Saya sebenarnya enggak ada rencana ngundang kamu dan Inas, tapi karena Ryan yang minta, dan terus ngingetin aku, akhirnya kamu aku undang dech, sorry ya kalo ngerepotin”, katanya blak-blakkan. “Saya pikir Ryan itu bukan pantarannya Inas, dia umurnya empat tahun, Inas kan baru dua tahun, dia lebih pantes di undang ke ulang tahunnya Leah adiknya Ryan”, katanya lagi santai. “Oh well, it’s up to you tho’. If you don’t plan to invite us, you don’t have to”, jawabku canggung. Alis mataku naik, pundakku refleks terangkat, dan senyumku setengah terkulum . “No, no, no, we both will be happy if you could come”, kata April akhirnya mencoba mencairkan suasana.

Alkisah akhirnya minggu lalu saya dan Inas datang memenuhi undangan April. Mengunjungi rumahnya untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya datang untuk bermain (play date). Rumah berlantai dua yang di bangun sekitar tahun 2000-an itu sederhana dan apik, berada di daerah Mt. Rubidoux yang terkenal cantik karena tanahnya yang berlembah. Buat saya yang pendatang, bisa mengunjungi rumah orang lokal itu menyenangkan. Saya suka memperhatikan desain rumahnya, pajangan yang ada didindingnya, bahkan barang2 atau makanan yang ada di meja dapurnya (“ha ha, sebetulnya jadi serem ya, saya seperti seorang mata-mata?!”).

Tapi memang begitulah kenyatannya. Buat saya, tinggal di tempat yang baru itu bisa menyegarkan pandangan dan  pendengaran. Selain suka memperhatikan lebih dalam lagi apa yang saya lihat, menyelami apa yang saya  alami, saya juga jadi sering mengingat-ingat dan memikirkan kembali apa yang saya bicarakan dengan orang lain. Acara kumpul-kumpul, seperti perayaan tahun baru, hari kemerdekaan, atau yang setahun belakangan ini sering saya datangi, yaitu perayaan ulang tahun temen-temannya Inas, menjadi “moment” menarik buat saya. Nah di dalam tulisan kali ini, saya ingin menceritakan pengamatan saya khususnya tentang  tradisi perayaan hari ulang tahun di Amerika.

Perayaan hari ulang tahun adalah suatu hal yang biasa dilakukan oleh banyak keluarga di Amerika. Sejak usia satu tahun atau bahkan kurang, anak-anak sudah biasa di undang ke ulang tahun temannya, atau sudah mulai merayakan hari ulang tahunnya pertamanya. Perayaan tersebut berlanjut hingga mereka duduk di bangku SMA dan biasanya berhenti beberapa tahun untuk kemudian berlanjut lagi di usia yang ke 21, 30, 40, atau 50, dimana seseorang biasanya melewati fase penting dalam hidupnya. Di usia 21 tahun misalnya, di peralihan masa remaja ke masa dewasa, perayaan ulang tahun menjadi sangat monumental. Karena di usia ini seseorang bisa disebut sebagai orang dewasa yang di tandai dengan di perbolehkannya mengkonsumsi minuman beralkohol. “Menarik ya? Ehm memang. Tapi saya tidak akan membahas soal alkohol ini lebih jauh”.

Tidak hanya di usia dua puluh satu tahun, ada juga beberapa jenjang usia dibawahnya yang dipandang penting sehigga di rayakan lebih istimewa dari tahun-tahun yang lain. Di usia lima tahun misalnya, dimana seorang anak masuk sekolah taman kanak-kanak, adalah usia yang menandai mulainya seseorang menginjak bangku pendidikan formal. Di usia 13 tahun, yang diwarnai oleh perubahan/perkembangan fisik dan jiwa seseorang adalah juga usia yang ditunggu-tunggu untuk dirayakan. Sementara di usia yang ke 18, dimana seseorang sudah punya hak memilih (vote), juga menjadi momen penting untuk diingat.

Mengenai bentuk perayaannya, semua tergantung pada kemampuan finansial dan tradisi di masing-masing keluarga. Tempat perayaan misalnya, bisa dilakukan di rumah, di tempat-tempat umum seperti di restoran, di taman, dipantai, di kebun binatang, atau di gedung serbaguna yang biasanya ada di lingkungan apartemen. Jumlah undangan juga bisa terbatas yang terdiri dari  keluarga inti saja, atau bisa melebar ke para sahabat, teman-teman sebaya atau sekantor, dan handai taulan.

Jenis makanan yang disediakan juga beragam.  Tetapi secara umum makanan yang tersedia adalah makanan yang mudah di hidangkan, dimakan, dan dibuat, (finger foods), bukan makanan ala “kondangan” yang dihidangkan dalam pinggan-pinggan besar tahan panas. Dan makanan yang harus tersedia adalah kue tar ulang tahun. Kue tersebut biasanya di tempeli lilin yang akan ditiup setelah para undangan selesai menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” di penghujung acara. Selain kue tar, kue bolu kecil (cup cakes) juga bisa menjadi alternatif.

Ulang tahun menjadi ajang bertemu dan bersosialisasi yang unik bukan hanya karena dilakukan setahun sekali, tetapi karena acara ini bisa menjadi simbol silaturrahmi yang baik antara yang mengundang dan yang di undang. Tempat dimana para orang tua, orang dewasa, dan/atau anak-anak bertemu dan bergembira. Apalagi, tidak seperti di Indonesia, dimana kita bisa datang ke rumah orang tanpa undangan terlebih dahulu, acara ulang tahun adalah kesempatan kita bisa saling berkunjung. Acaranya juga tidak terkesan mewah karena hampir semua keluarga dari berbagai kalangan bisa merayakannya. Anak yang berulang tahun juga tidak melulu terlihat atau harus berpakaian formal/lebih bagus dari yang lainnya.  Mereka justru berpakaian sesantai mungkin atau disesuaikan dengan tema atau kegiatan/permainan yang ada di acara ulang tahun.

Berbagai macam permainan bisa disajikan di dalam acara ulang tahun. Apalagi di jaman teknologi informasi seperti sekarang, ide kreatif bisa diambil dari internet, dan kemudian di kembangkan lagi jika perlu. Di acara ulang tahun anak misalnya, beraneka macam kerajinan tangan (craft) bisa mejadi pilihan menarik untuk membuat anak-anak sibuk (occupied). Sementara bermain bebas di trampolin, atau di dalam rumah loncat-loncat/perosotan air yang terbuat dari plastik (bounce and/or water slide house) juga merupakan kegiatan yang tidak kalah seru dan mengasyikkan. Sementara di acara ulang tahun orang dewasa, biasanya ada musik yang selalu terdengar, ada acara menari/berjoged bersama, dan terkadang ada permainan kelompok yang riang.

Menariknya di Amerika, yang tentu sudah merambah di Indonesia, tradisi ulang tahun ini sudah menjadi lahan empuk bagi para pelaku bisnis. Ada “event organizers” yang khusus mengatur acara ulang tahun.  Orang tua yang tidak mau repot atau tidak punya waktu, bisa memilih berbagai paket jenis perayaan ulang tahun. Penyediaan kue tar dan makanan jamuan, potografi, bahkan sampai ditel acaranya semua bisa di atur oleh orang lain. Dan bagi mereka yang bisa mengurus sendiri pun, tetap bisa meminta tambahan bantuan dari orang lain. Mereka bisa menyewa badut saja, hewan-hewan ternak untuk di pajang di halaman saja, pelukis muka saja, atau pengatur musik (DJ), dan pesulap. Semua tergantung kemampuan finansial atau tema khusus acara ulang tahun. Tema tersebut adalah yang akan mewarnai perayaan ulang tahun dari mulai dekorasi, bentuk kue tar sampai kegiatannya. Dan contoh tema-temanya juga bisa sangat beragam, diambil dari tokoh kartun Disney, atau dari kegiatan favorit atau topik favorit anak/orang yang berulang tahun.

Selain terkesan informal dan santai, runtutan acara ulang tahun juga hampir sama. Ketika datang, para tamu biasanya di persilahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia sambil menunggu tambahan menu hangat lain yang belum selesai di masak. Selang beberapa lama, permainanpun kelompok pun di mulai. Atau bila tidak ada permainan, biasanya di pesta anak-anak, ada tradisi memecahkan piñata, yaitu kotak kardus berbentuk lucu seperti binatang atau tokoh kartun, yang di bungkus dengan kertas berwarna-warni dan diisi oleh berbagai macam permen. Pinata tersebut harus di pecahkan bersama-sama untuk bisa diambil isinya. Untuk memecahkannya,  anak-anak harus berdiri berbaris dan dengan mata tertutup.  Mereka bergiliran memukul piñata dengan tongkat kayu sampai piñata itu pecah dan berhamburan isinya. Dan ketika isinya berhamburan ke bawah itulah, anak-anak berebut mengambil nya.

Setelah permainan atau pemecahan piñata selesai, lagu Ulang tahun pun dinyanyikan. Biasanya para undangan diminta berkumpul di dekat meja di mana kue tar di hidangkan. Setelah lagu selesai, lilin diatas kue pun ditiup, dan kemudian diakhiri dengan acara membuka kado. Acara ini umumnya di lakukan di depan para undangan, walaupun ada juga yang melakukannya setelah para tamu pulang. Dan sebelum pulang, para tamu biasanya mendapat bingkisan kecil sebagai tanda terima kasih yang berulang tahun. Ucapan terima kasih secara khusus berupa kartu atau lewat imel bisa juga di kirim beberapa hari setelah acara selesai.

Yang juga menarik di Amerika, perayaan ulang tahun juga ditujukan untuk tokoh-tokoh bersejarah negara Amerika sendiri. Seperti tokoh Martin Luther King, Jr., dan George Washington misalnya, hari ulang tahun mereka dirayakan oleh masyarakat Amerika dan bahkan dijadikan sebagai hari libur nasional. Perayaan ulang tahun sudah menjadi tradisi turun temurun. Tradisi yang konon dulunya hanya di lakukan oleh orang-orang kerajaan saja tetapi tidak oleh rakyat biasa, kini sudah berubah. Dan karena latar belakang itu lah, saya juga baru tahu kenapa mahkota dari kertas sering di pakai sebagai dekorasi acara ulang tahun.

Akhirnya, sebagai pendatang di Amerika, saya harus bisa menikmati dan mengambil manfaat dari maksud dan tujuan baik acara ulang tahun. Walaupun awal-awalnya saya melihat acara ini sebagai sebuah pemborosan, lama kelamaan saya melihatnya sebagai sebuah ungkapan rasa syukur dan momen berbagi kebahagiaan.  Saya yang dulunya sempat kaget dan bingung ketika pertama kali mengetahui kalau yang mengundang meminta secara halus akan pilihan hadiah yang mereka inginkan, sekarang sudah tidak kaget lagi.  Saya sudah terbiasa mendengar permintaan seperti itu, dan bisa menanggapinya dengan santai. Itu hanyalah sebuah preferensi permintaan, tanpa bermaksud memaksa, apalagi tidak berterima kasih pada apa yang akhirnya kita hadiahkan.

Saya fikir mereka yang meminta sebenarnya bermaksud baik supaya hadiah yang kita berikan berguna dan tidak sia-sia. Dan seperti di ulang tahun Ryan dan teman-teman Inas yang lain beberapa waktu yang lalu, walaupun mereka memiliki preferensi hadiah, saya  memilih menghadiahkan buku atau kartu belanja (gift cards) secukupnya saja. Saya berharap bisa membuat senang dan memberikan manfaat. Dan begitulah memang idealnya makna di balik perayaan hari ulang tahun, memberikan kesenangan dan manfaat yang baik yang mengundang, apalagi yang di undang. Salam Ulang Tahun….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s